Posts

Showing posts with the label Pesan

Motivasi Perbaikan Diri

Image
ARTIKEL KE 889  Penting untuk Perbaikan DiriSudah hampir tengah malam di Taiwan dan saya belum menemukan topik apa yang akan ditulis di blog lancarrezeki.blogspot.com hari ini... Seperti yang sudah saya niatkan sebelumnya bahwa saya akan menulis satu artikel setiap hari sehingga blog ini senantiasa update. Tak masalah jika hanya tulisan singkat sederhana tapi semoga bisa menginspirasi banyak orang.. Karena hidup ini hanya sementara, suatu saat jika kelak tangan saya sudah kaku tak bisa menulis lagi, mata sudah rabun dan otak sudah pikun atau malah saya sudah dipanggil menghadapNYA, tulisan dalam blog ini masih bisa menginspirasi dan insya Allah menghadirkan kebaikan bagi pembaca dan saya sendiri sebagai admin...

Anyway..hidup ini fana..artinya sementara, tak kekal dan akan berakhir suatu waktu.. Semua yang nampak indah di depan mata hanyalah indah yang sementara. 
Uang banyak, rezeki melimpah, keluar masuk mall yang megah, bangunan kantor yang modern..semua itu indah sampai suatu ketika s…

Jangan Lupakan Palu !

Image
ARTIKEL KE 886  Tolong jangan lupakan Palu....   Jangan lupakan bahwa pagi itu ditempat ini, kita membaca berita gempa dahsyat yang mengguncang Palu. Kemudian tidak lama berselang kita juga tahu kalau gempa itu memicu tsunami, banyak orang hilang dan tenggelam... Kemudian tiba-tiba kita dikagetkan dengan sebuah video amatir yg merekam sebuah hamparan tanah yang bergerak, pohon-pohon diatasnya berjalan, ada sebuah rumah besar yang berjalan dan diikuti tiang BTS yang berpindah tempat. Kemudian kita melihat rumah satu persatu ambruk karena tanah dibawahnya yang berubah menjadi lumpur dan orang-orang panik berlarian menyelamatkan diri dan keluarganya.

Pembaca... Ingatkah bahwa saat itu kita mengira kejadian itu di pantai, air laut naik ke atas... Tapi subhanallah! ternyata itu tanah yang mencair. Kok bisa?! Percaya tidak percaya, video itu kita ulang berkali-kali. Mata kita tidak berkedip, otak berputar, hati berdegup menghayati kengerian orang-orang yang mengalami kejadian itu disana. Ya…

Renungan Buat yang Lagi Kesusahan Rezeki

Image
ARTIKEL KE 885  RENUNGAN HARIAN  Buat kamu yang ngerasa rezekinya lagi susah pake banget, coba deh sejenak renungi tulisan ini... Seorang pria kaya, yang kebetulan salah satu usahanya terancam bangkrut memandang keluar jendela dan melihat seorang laki-laki mengambil sisa-sisa makanan dari tong sampah dan memakannya.
Ia mengatakan pada dirinya, syukurlah aku gak miskin dan gak pernah kekurangan makan. Si miskin habis makan makanan sisa tersebut lalu memandang sekelilingnya dan melihat seorang pengemis menadahkan tangan demi sebungkus nasi.
Ia bilang, syukurlah saya miskin tapi gak jadi menghinakan diri dengan mengemis. Si pengemis tadi memandang ke depan dan melihat ambulans yang membawa pasien yang keliatan lemah gak berdaya dia berkata, syukurlah saya gak sakit. Kemudian orang sakit tadi, sesampai di rumah sakit melihat suster mendorong troli mayat ke kamar mayat. Ia mengatakan, syukurlah saya masih  hidup...

Ternyata, memang hanya orang mati saja yang gak bisa bersyukur. Terlepas dari kem…

Hargai Setiap Momen

Image
ARTIKEL KE 879  Orang terkasih itu rezeki  Masih terkait dengan tulisan lalu tentang musibah jatuhnya pesawat Lion Air rute Jakata-Pangkal Pinang. Ajal memang tak pernah diduga.. Tiba-tiba saja datang menjemput, siap ataupun tidak.. Karena itu manfaatkan setiap momen dengan orang terkasih (isteri, suami, anak-anak, orang tua, keluarga, kawan, kolega) yang dianugerahkan Allah pada kita. Mereka ini adalah rezeki dariNYA yang dihadirkan untuk melengkapi hidup kita..bukan tanpa maksud Allah mengirim mereka untuk berada di samping kita.

Karenanya pada anda yang malam tadi malah berdebat dengan istri. Merasa capek mendengar keluhannya ataupun omelannya yang tanpa henti. Membawa rasa kesal itu dalam tidur, sehingga emosi belum reda saat pagi tiba.. Pasang muka cemberut saat dia menyuguhkan kopi  dan sarapan pagi.. Anda merasa isteri tak menghargai usaha dan kerja keras anda mencari rezeki untuknya dan anak-anak. Kerja keras dan usaha anda hanya dibalas dengan keluhan dan omelan... Anda penat dan di…

Lihatlah Ke Bawah

Image
ARTIKEL KE 877  Lihatlah kepada Orang Yang Berada di Bawahmu  Cuaca mulai sedikit dingin di Taiwan.. Biasanya pagi-pagi saya mutar-mutar nyari keringat sekitaran kampus, menikmati mentari pagi, mendengar nyanyian burung di atas dahan, mengagumi bunga-bunga yang mekar menawan dan mensyukuri rezeki umur sehari lagi.. Saya bertemu banyak orang, termasuk para cleaning service, orang yang bertugas membersihkan sampah, menyapu dedaunan, memotong rumput, pagi-pagi sudah bekerja dengan rajinnya.. Karena merekalah para student di kampus ini bisa belajar dengan tenang karena kampus bersih...

Anyway.. Berbicara soal syukur manusia memang tidak ada puasnya. Sudah punya banyak barang dan dari luar tampak berkecukupan tapi masih merasa kurang dan masih ingin beli barang lainnya. Mereka tidak jarang membeli barang-barang yang tidak dibutuhkannya. Hanya untuk menuruti hawa nafsunya, "udah cape nyari rezeki kalo gak dibelanjain kan sayang, mana banyak diskon lagi....." Untuk pamer, "Ah si A…

Rezeki terakhir

Image
ARTIKEL KE 871  Ibumu... Ibumu... IbumuAda secarik kertas pertanyaan yang ditujukan kepada Ustadz Syafiq bin Riza Basalamah pada kajian "Bangkai Hidup", yang jawabannya mencabik-cabik relung hati terdalam ratusan jama'ah pagi itu... Semua tertunduk , berurai air mata, tersedu-sedu. Pertanyaan tersebut berbunyi...
"Ustadz, bagaimana cara agar ana yang di Jakarta, tetap bisa bermuamalah dengan baik dengan orang tua ana yang berada di Bogor?" Ustadzpun menjawabnya ringan dengan diselipi canda khasnya...
"Ya akhi... Bogor - Jakarta itu ada keretanya nggak ya? Ada kan. Masya Allah... Naik kereta kan bisa akhi...
Nggak kayak dulu harus naik unta... Lama sampainya..." Jama'ah pun tertawa...

Berselang beberapa detik dari gemuruh tawa yang menggema di masjid, mendadak air muka ustadz berubah. Kepala beliau menjadi tertunduk... Matanya terlihat berkaca-kaca. Ustadz teringat sebuah kisah. Kisah nyata... "Ana mau cerita sedikit tentang sebuah kisah dari Arab.…

Hati yang Tertipu

Image
ARTIKEL KE 868  Pesan Cinta untuk Hati yang Tertipu   Beberapa kali saya menulis tentang media sosial di blog lancarrezeki.blogspot.com ini..
Karena media sosial mulai menjajah keseharian kita..
Kita tak lagi bebas melakukan sesuatu secara ikhlas karena selalu terbetik keinginan melaporkannya di media sosial..
Wall linimasa kita selalu bertanya, "apa yang kamu pikirkan?"
Tinggal ketik beberapa kalimat, upload foto secukupnya maka seluruh dunia jadi tahu apa yang kita pikirkan...


Hidup di tengah trend sosial media cukup menantang..
Seringkali kita terhalang dari kebaikan karenanya..
Hati kita menjadi keras dan condong pada hal-hal yang gak penting dan gak perlu.. Karena kita memfokuskan diri pada hal-hal tersebut.  Ketika kita diuji untuk tampil eksis dan mengabarkan setiap perasaan yang dipikirkan dan setiap langkah yang kita alami. Sehabis mengisi kajian, kendaraan yang bocor, sandal yang tertukar dan sendiri di perantuan, seolah memaksa untuk kita kabarkan semuanya. Ketika ilmu da…

Gembirakan Anak dengan Agamanya

Image
ARTIKEL KE 867  FITRAH KEIMANAN   Semangat beragama kita seringkali begitu terburu-buru, misalnya ingin anak cepat taat, cepat hapal Quran, cepat bersyariah padahal iman dan cinta pada agama belum tumbuh .. lalu ?
Seorang teman datang pada saya. Dia tiba-tiba aja nangis setelah kami berpelukan. Dia bercerita dengan penuh kesedihan jika anak ke duanya tak menunjukkan komitmennya pada agama. Sekadar memintanya untuk membaca beberapa ayat Al-Qur’an setelah Maghrib pun ia enggan. Selalu menolak dan lari menjauh.. Padahal sebelumnya ia tak begitu.


“Dulu ia anak yang taat. Telah hafal juz 30 saat berusia 5 tahun... Telah hafal Hadits Arba’in An-Nawawiyah saat berusia 6 tahun... Dan telah disiplin shalat fardhu di usia 7 tahun," kata teman saya sambil terisak-isak.

Saya pun tertegun...  teringat saat-saat itu, saat dada saya penuh rasa iri dengan anak teman ini. Betapa tidak : anak bungsu saya seumuran dengan anak keduanya. Anak-anak saya sangat easy going dan suka jika saya kisahkan tent…

Mencari dan Menemukan Hidayah

Image
ARTIKEL KE 864  CARILAH HIDAYAH SEBAGAIMANA ENGKAU MENCARI REZEKI   Setiap Sholat, kita selalu meminta Allah untuk memberikan kita hidayahNya atau petunjuk / jalan yang lurus... Namun, tahukah kita jika hidayah Allah itu tak datang sendiri tapi harus dicari?
Mencarinya pun tak asal tapi harus disertai ikhtiar layaknya kita berikhtiar mencari rezeki..


Hidayah tidak akan datang jika kita hanya duduk berdiam diri, menunggu hidayah terkirim pada kita...jadi kita tinggal terima aja..
Hidayah gak begitu...
Harus didahului niat baik kemudian ikhtiar untuk memperolehnya...
Hidayah ini penting karena inilah sebab utama keselamatan dan kebaikan hidup  dunia akhirat. Siapa yang gak mau hidupnya selamat dunia akhirat? Siapa yang tak butuh kebaikan dunia akhirat? Non sense lah kalo ada yang bilang gak butuh.. Nah barangsiapa yang dimudahkan meraihnya maka dialah manusia yang beruntung dan tak ada yang bisa mencelakakannya...

Hal ini jelas termaktub dalam Al Quran:

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alla…

Buat Para Pendosa

Image
ARTIKEL KE 857  BISIKAN UNTUK PENDOSA... Seminggu gak ngupdate blog karena ada urusan yang menyebabkan saya tak bisa bersentuhan dengan laptop.. Tapi hari ini saya kembali ke laptop karena terinspirasi oleh sebuah tulisan yang menghimbau para pendosa untuk kembali ke jalan Allah.. Bukankah dosa adalah penghalang rezeki nomor satu..? Jika ingin rezekinya bagus ya...dosanya dikurangi, perbaiki diri dan pantaskan untuk diberi.. Bisa jadi anda menggampangkan dosa karena menganggap itu dosa kecil. Remeh temeh... Jangan salah, dosa kecilpun bisa menenggelamkan rezeki anda. Karenanya lahirlah tulisan ini yang dibuat sedikit puitis agar lebih mudah masuk ke hati pembacanya.. Semoga bermanfaat terutama buat saya sendiri yang lagi berusaha terus memperbaiki diri.

Teruntuk hamba yang durhaka...
Bertaubatlah, karena maut semakin dekat...
Bisa datang kapan saja dan di mana saja... Bukankah kita sebenarnya sedang berjalan menujunya..?? Menuju maut yang pasti datangnya? Berapa banyak umur yang lewat tanpa makn…