Posts

Featured post

Sedekah Ala Ottoman

Image
ARTIKEL KE 777   Sedekah Ala Ottoman  Sejak era Imperium Usmaniyah,ada sebuah tradisi dan praktik muamalah yang bertahan selama berabad-abad dan memiliki nilai historis terhadap apa yang selama ini kita sebut praktik Ekonomi Islam Para bangsawan Usmani baik dari kalangan Istana Topkapi atau para saudagar apabila hendak menunaikan ZISWAF nya,mereka mengunjungi ┼×ehzade Camii atau Mihrimah Camii dan mereka memasukkan tangan mereka yg berisi kepingan emas ke dalam sebuah batu yang memiliki dua corong. corong lain nya digunakan org fakir apabila membutuhkan untuk mengambil uang emas itu. Dan kotak Batu untuk amal sedekah itu bernama Sadaka Tas (baca :Kembalikan aku ke dunia, aku mau bersedekah)
Cara kedua para bangsawan Usmani masuk ke pusat perbelanjaan dan pasar-pasar di sekitar Istanbul lalu meminta kepada para pemilik toko atau kedai tuk menyerahkan buku daftar hutang para pelanggan mereka lalu melunasi semua nya tanpa menyebut nama atau alamat dan mengatakan " di jalan ALLAH" …

Menjaga Mutiara dari Kepunahan

Image
ARTIKEL KE 776  10 mutiara yang bakal hilang  Sewaktu Rasululloh SAW sakit, terlontar satu pertanyaan kepada malaikat Jibril as : "Wahai Jibril... apakah kamu akan turun ke bumi setelah aku tiada...? Malaikat jibril menjawab :
"Masih Ya Rasululloh, aku akan turun ke bumi untuk mengambil 10 Mutiara hidup sepeninggal diri engkau." Rasululloh saw bertanya lagi :
Mutiara apakah yang akan kamu ambil...?"



Malaikat Jibril as jawab : "Mutiara pertama yang akan aku ambil dari muka bumi  adalah : *BARAKAH* (Keberkahan)". Waspadalah jika hidup jauh dari berkah, bisa jadi mutiara telah diambil.  "Mutiara Kedua adalah : *RASA CINTA* (Mahabbah) yang bersemayam dihati manusia.."  "Mutiara Ketiga adalah : *RASA KASIH SAYANG* di antara keluarga (kasih sayang diantara keluarga semakin menipis)." "Mutiara ke empat adalah : *KEADILAN* di hati para pemimpin." "Mutiara Kelima adalah : *RASA MALU* yang ada dihati para wanita.." (Banyak Ber…

Dahulukan Shalat atau yang lain?

Image
ARTIKEL KE 775  DAHULUKAN SHALAT APA YANG LAIN...? Ini adalah kebiasaan kita yang sadar ataupun tidak berimplikasi pada kualitas ibadah pada Sang Maha Pemberi Rezeki. Sebelum subuh sudah berangkat ke kantor..., alasannya jelas...takut terjebak macet yang berimplikasi telat tiba di kantor, telat check clock, uang tunjangan kena potong sesuai lama keterlambatan..
Uang bulanan jadi berkurang karenanya..rezeki jadi tak sesuai harapan (jumlahnya). Setelah isya baru pulang dari kantor..., alasannya jelas, kerjaan banyak dan harus berjibaku dengan kendaraan lainnya menerobos kemacetan kota besar.
Tiba di rumah udah capek banget..gak bisa ngapa-ngapain lagi, tinggal tidur...
Habis waktu di jalan..


Dzuhur...terjepit waktu istirahat kantor..., yang harus dibagi antara makan, tidur siang sejenak dan shalat.. Terburu-buru karena mengejar jam check clock siang. Dhuhurnya jadi apa adanya dan tak berkualitas. Tak ada lagi duduk zikir dan memperbaiki kualitas doa, memperbaiki kualitas taubat dan puji-pujian…

Yang Aku Takut

Image
ARTIKEL KE 774  RENUNGAN HARI INI ....._Yang aku takut_
hatiku kian menggeras dan sulit menerima nasehat
namun sangat pandai menasehati. *_Yang aku takut_*
aku merasa paling benar
sehingga merendahkan yang lain*. (baca : move on lah pada Allah SWT)

*_Yang aku takut_*
egoku terlalu tinggi
hingga merasa paling baik diantara yang lain*. *_Yang aku takut_*
aku lupa bercermin  namun ibuk berprasangka buruk kepada yang lain*. *_Yang aku takut_*
ilmuku akan membuatku  menjadi sombong memandang yang berbeda denganku*. (baca : membunuh ksombongan)
*_Yang aku takut_*
lidahku makin lincah membicarakan aib saudaraku namun
lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi_. *_Yang aku takut aku hanya hebat dalam berkata namun
buruk dalam bertindak *_Yang aku takut_*
aku hanya pintar dalam berdakwah namun
sulit untuk mentaati *_Yang aku takut_*
aku hanya cerdas dalam mengkritik
namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri_* (baca : betulkah sial bisa dibuang?)
*_Yang aku takut_*
aku membenci dosa …

Mati Sebelum Waktunya

Image
ARTIKEL KE 773  MATI SEBELUM WAKTUNYA Kita mengalami kematian
bukan hanya saat ruh melepas dari jasad.
Bukan hanya saat jasad terkulai
tanpa daya dan upaya...


Kita sesungguhnya telah mati:
Saat hari-hari dunia kita tak ada yang berubah.
Saat harimu detik ini sama saja dengan kemarin.
Ketika engkau esok hari,
tidak ada bedanya dengan engkau hari ini.
(baca : lahir dan mati itu serupa)

Kita sesungguhnya telah mati:
Saat kita berhenti menjadi lebih baik.
Saat tidak ada yang bertambah dalam hidupmu:
Selain umur dan berat badanmu! Ibrahim al-Harby bertutur tentang gurunya,
Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahuLlah-:
“Aku telah menyertainya selama 20 tahun,
melintasi siang dan malam,
melewati musim panas dan dingin,
Dan selalu saja aku temui ia hari ini
lebih baik dari hari yang kemarin...” Duhai, betapa bercahayanya hidup itu!
Grafik kebaikannya terus membubung tinggi
di perjalanan 20 tahun yang indah... (baca : penyeru kebaikan itu berat)

Bagaimana denganku dan denganmu?
Apa kabar jejak kebaikan kita

Jawaban Doa Kita

Image
ARTIKEL KE 772   TIADA RUGI BERDOA   Doa.. Sebuah aktivitas yang mungkin saja rutin kita lakukan sehingga kita melakukannya secara otomatis tanpa mengerti makna dari doa yang kita panjatkan. Karena doa hanya kita komat kamitkan saja seperti menghapal mantra (baca : doa hebat untuk rezeki itu caranya gini). Wajarlah jika doa kita tak terjawab... Wong niatnya bukan berdoa tapi sekedar komat kamit gak jelas.. Belum lagi mengaminkan doa orang lain, yang juga gak paham dia doanya tentang apa? Main bilang amin..amin... aja... Doa mbok yang bener... Apalagi doa minta rezeki... (baca : cara agar doa menjadi senjata efektif penarik rezeki)

Bicara soal doa... Suatu kali seorang Ayah ditanya oleh anaknya: "Mengapa Ayah selalu rajin berdoa padahal keadaan ekonomi kita tetap biasa saja? Apa yang Ayah dapatkan dgn seringnya Ayah berdoa secara teratur kepada Allah ?". Sang Ayah menjawab: "Tidak ada yg Ayah dapat, malah Ayah banyak kehilangan; tetapi ....... Ayah akan beritahu kepadamu Nak, apa-ap…

Berislamlah Seperti Islamnya Rasulullah SAW

Image
ARTIKEL KE 771  
Tulisan KH. MUSTOFA BISRI             Saya kadang merasa aneh melihat saudara saya umat Islam yang memiliki sifat seperti anak-anak, ingin menang sendiri, mudah marah dan memaksakan kehendaknya agar orang lain sama dengan dirinya... Padahal Alquran sudah mengatakan untuk Berbuat Adil karena itu bisa mendekatkan kepada ketaqwaan....



Tapi begitulah sifat anak-anak kadang tidak bisa menerima nasehat yang baik sekalipun untuk dirinya sendiri *Atheis dimusuhi karena tidak bertuhan.*                      
*Bertuhan dimusuhi karena tuhannya beda*              
*Tuhannya sama dimusuhi karena nabinya beda*                *Nabinya sama dimusuhi karena alirannya beda.*            
*Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda*.   *Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda.* *Partainya sama dimusuhi karena pendapatannya beda.* Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi untuk memuaskan nafsu keserakahan?. Kau tahu apa yang dilakukan Sayyidul Wujud Muhammad SAW pada seor…