Posts

Featured post

Toleransi Ala Uztad Felix Siaw

Image
ARTIKEL KE 753  TOLERANSI ITU MEMBIARKAN, BUKAN MENGIKUTI Berikut ini adalah kisah Uztad keturunan Cina, Felix Siaw saat awal memeluk Islam dan bercerita soal makna toleransi dalam keluarga besarnya. Uzatz Felix memulai ceritanya, "Walau masih berbeda aqidah dgn kedua orangtua, Alhamdulillah saya dikaruniai kemudahan dalam keluarga. Saat pertama kali menjadi Muslim di tahun 2002, setelah 18 tahun merayakan Natal terasa banyak perubahan, terutama setelah saya memahami agama Islam.

Proses berpikir lah yang mengantarkan saya pada Islam, agama logis yang bisa memuaskan akal, menenangkan hati, dan sesuai fitrah. Prinsip tauhid di dalam Islam itu sederhana dan sangat mengena. Prinsip Satu Tuhan itu menenangkan dan menentramkan.

Setelah menjadi seorang Muslim tentu banyak penyesuaian yang harus saya lakukan, "lanjut uzatz Felix. Aqidah Islam tentu mengubah banyak prinsip hidup. Salah satu prinsip yang terpenting adalah penjagaan terhadap aqidah agar tidak terjatuh pada pemahaman lama ya…

Pikiran Besar Pemicu Kesuksesan

Image
ARTIKEL KE 752  JENIS PIKIRANAdmin udah beberapa membuat tulisan tentang pikiran. Silakan di cek kembali di sini dan di sini. Mengapa? Karena pikiran menentukan tindakan dan tindakan menentukan kesuksesan. Jika mau sukses dan nasib berubah yang paling pertama di benahi adalah mind set alias pola pikir.
Pikiran terbagi atas tiga : 1. Pikiran KECIL membicarakan Orang. 2. Pikiran SEDANG membicarakan Peristiwa. 3. Pikiran BESAR membicarakan Gagasan Maka sebagai akibatnya… Pikiran KECIL akan menghasilkan GOSIP. Pikiran SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN. Pikiran BESAR akan menghasilkan SOLUSI.


Ketiga jenis pikiran ini ADA di dalam setiap Otak kita.
Seberapa pun IQ kita... Pikiran mana yang lebih Mendominasi, begitulah yang kita hasilkan. Kalau setiap saat OTAK kita dipenuhi oleh Pikiran KECIL, maka kita akan selalu asik dan sibuk dengan urusan orang lain, tapi tidak menghasilkan apa-apa, kecuali perseteruan/permusuhan. Bila Pikiran BESAR yang mendominasi, maka ia akan Aktif menemukan terobosan baru,…

Rezeki, THR dan Lebaran

Image
ARTIKEL KE 751PERASAAN CUKUP  Curhat sedikit... Selama jadi ibu kantoran, 17 tahun bekerja sesuai rutinitas jam kantoran, dan tentunya dapat THR, lumayan lah buat nambah-nambah uang jajan menjelang lebaran. Lebaran 2018, adalah kali kedua saya gak lebaran di Indonesia dan gak dapat THR tentunya karena stay di Taiwan untuk sekolah (sebelumnya tahun 2014 waktu stay di Kyoto, Jepang). Sedikit terbebas dari hiruk pikuk khas ibu-ibu menjelang lebaran tiba..


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang Maha Mencukupi dalam setiap keadaan. Ternyata, melewati lebaran tanpa THR, tanpa rencana mudik, tanpa beli kue kering mahal penghias meja, tanpa baju baru dan persiapan menu utama di hari lebaran justru membuat ramadhan terasa lebih tentram.
Meski puasa di negara non muslim tentu berbeda dengan di Indonesia yang aura ramadhannya kerasa banget. Gak ada yang bangunin sahur, gak ada suara bedug tanda berbuka, gak ada mesjid buat tarawih dan juga gak ada penjual takjil khas ramadhan. Mana waktu puasany…

Mau didoakan Malaikat?

Image
ARTIKEL KE 750  Amalan Agar Didoakan MalaikatHari ini adalah hari terakhir ramadhan dan esok hari insya Allah kita akan berlebaran, merayakan kemenangan melawan hawa nafsu selama kurang lebih sebulan. Artikel kali ini membahas soal empat amalan agar didoakan malaikat. Pembaca, malaikat adalah makhluk Allah yang mulia diciptakan dari cahaya dan tak pernah membangkang perintah Allah SWT. Kerjanya hanya ibadah dan menjalankan perintah Allah SWT. Tahukah kalo doa malaikat adalah doa yang mustajab? Doa yang benar-benar mudah dikabulkan? Karenanya beruntunglah mereka yang mengerjakan 4 amalan ini, karena didoakan malaikat:



Makan Sahur
Pembaca, makan sahur itu berkah. Salah satu keberkahannya adalah didoakan malaikat. (baca : meraup rezeki saat sahur). Jadi jangan malas sahur..meskipun sebentar kita tak perlu bangun untuk sahur lagi tapi masih tetap bisa bangun untuk shalat tahajud. Karena tahajud sangat besar keutamaannya.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salam bersabda: "Makan sahur it…

Titipan Rezeki dari Allah

Image
ARTIKEL KE 749  Kalo rezeki tak akan kemana   Kisah ini menurut penuturnya adalah kisah nyata yang dialami seorang uztad yang saya tuliskan kembali di sini agar bisa menjadi pelajaran bagi kita.
Suatu ketika sang uztad (Uy) mendapat undangan ceramah di luar kota, berangkatlah beliau dari rumah menuju bandara Soekarno-Hatta dengan taksi.
Sepanjang perjalanan beliau ngobrol dengan supir taksinya (ST);


Uy: "Ngomong², udah berapa lama bawa taksi pak?
ST: "Belum lama sih pak, baru beberapa bulan saja".
Uy: "Ooh gitu, emang sebelumnya kerja?".
ST: "Dulu sempat kerja di perusahaan perkapalan di Surabaya, kebetulan dulu kuliah Tehnik Mesin di ITS, trus perusahaannya bangkrut jadi saya kena PHK, lama nganggur di Surabaya akhirnya saya putuskan pindah ke Jakarta.
Uy "Wah, sayang sekali ya, ngomong² anak sudah berapa?".
ST: "Alhamdulillah sudah 4 pak, yang besar malah udah mau tamat SMA".
Uy: "Oh gitu, kalo boleh tau, narik taksi sehari bers…

Beda Pendapat Soal Rezeki

Image
Artikel ke 748 Beda pendapat murid dan guru  Perbedaaan pendapat itu berkah, jangan dijadikan ladang buat berdebat dan saling membenci. Berdebat hanya dilakukan oleh mereka yang sering gagal paham. Saking pengennya diakui pendapatnya sampe perlu menantang debat segala. Padahal debat gak menghebatkan malah menghinakan bila tak bijaksana mengutarakannya.

Suatu ketika Sang Guru, Imam Malik menyampaikan dalam majelis: “Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya.” Mendengar hal itu, Imam Syafi’i, sang murid ternyata punya pendapat lain. Yang disampaikan oleh gurunya tidak disanggahnya tapi beliau lebih memilih aktif daripada pasif kalo urusan rezeki seperti yang dikemukakan Sang Guru. Sang Murid mengumpamakan dengan seekor burung. Seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya berpagi-pagi, bagaimana mungkin ia akan mendapatka…

Capeknya harus Jaim !

Image
ARTIKEL KE 747  Jaim itu perlu... Entah siapa yang pertama kali menciptakan kata "jaim" yang merupakan singkatan dari jaga image. Jaim menurut wikipedia adalah perilaku yang menyembunyikan sikap aslinya, tujuannya agar orang lain tahu kalo dia memiliki sikap yang tenang dan berwibawa. Banyak orang yang sering jaim demi menjaga imagenya di hadapan orang lain, demi pengakuan dan demi penghormatan dari orang lain. Orang seperti ini akan selalu mempoles perilakunya agar nampak tenang dan berkelas, padahal aslinya dia panikan, pecicilan dan sedikit kampungan..



Jaim itu perlu..
Menjaga image sebagai manusia yang bermartabat dan tidak murahan. Tak gampang dibeli dan dibujuk dengan uang. Orang ini betul-betul menjaga kehormatan dan nama baiknya bukan demi pujian tapi karena prinsip hidupnya demikian. Agama menyuruh kita untuk menyembunyikan keburukan dan menonjolkan kebaikan pada diri kita. Tapi lakukan dengan jujur... 
Berlaku baik karena memang itu yang harus dilakukan bukan demi penc…