Posts

Showing posts from October, 2018

Hargai Setiap Momen

Image
ARTIKEL KE 879  Orang terkasih itu rezeki  Masih terkait dengan tulisan lalu tentang musibah jatuhnya pesawat Lion Air rute Jakata-Pangkal Pinang. Ajal memang tak pernah diduga.. Tiba-tiba saja datang menjemput, siap ataupun tidak.. Karena itu manfaatkan setiap momen dengan orang terkasih (isteri, suami, anak-anak, orang tua, keluarga, kawan, kolega) yang dianugerahkan Allah pada kita. Mereka ini adalah rezeki dariNYA yang dihadirkan untuk melengkapi hidup kita..bukan tanpa maksud Allah mengirim mereka untuk berada di samping kita.

Karenanya pada anda yang malam tadi malah berdebat dengan istri. Merasa capek mendengar keluhannya ataupun omelannya yang tanpa henti. Membawa rasa kesal itu dalam tidur, sehingga emosi belum reda saat pagi tiba.. Pasang muka cemberut saat dia menyuguhkan kopi  dan sarapan pagi.. Anda merasa isteri tak menghargai usaha dan kerja keras anda mencari rezeki untuknya dan anak-anak. Kerja keras dan usaha anda hanya dibalas dengan keluhan dan omelan... Anda penat dan di…

Check in Menuju Kematian

Image
ARTIKEL KE 878  Check in maut  Baru saja membaca berita kalo pesawat Boeing 737 milik maskapai Lion air rute Jakarta-Pangkal Pinang diberitakan jatuh dan belum jelas nasib seluruh penumpangnya..... Satu lagi musibah melanda negeri ini.. Setelah sebelumnya luluh lantak karena tsunami dan gempa bumi. Sedih dan miris.. Tapi begitulah takdir Allah, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak.. Jodoh, rezeki dan ajal adalah ketentuanNYA.. Allah telah menakdirkan bahwa hari Senin adalah terakhir kali pesawat ini mengudara membawa seluruh penumpangnya menuju kematian... Tidakkah kita lihat... ada sekitar 189 orang antri chek in menjdi penumpang termasuk pilot dan awak kabin... satu persatu mereka mendekati takdirnya..

Bukannya mendarat di bandara tujuan.. Tapi mendarat di tangan malaikat maut secara serentak... Tak ada yang bisa menolak atau minta pending apalagi delay layaknya jadwal terbang..
Tidak ada yang tertukar apa lagi yang salah.... Sampai pesawat diberangkatkan... Semua penumpang naik dan…

Lihatlah Ke Bawah

Image
ARTIKEL KE 877  Lihatlah kepada Orang Yang Berada di Bawahmu  Cuaca mulai sedikit dingin di Taiwan.. Biasanya pagi-pagi saya mutar-mutar nyari keringat sekitaran kampus, menikmati mentari pagi, mendengar nyanyian burung di atas dahan, mengagumi bunga-bunga yang mekar menawan dan mensyukuri rezeki umur sehari lagi.. Saya bertemu banyak orang, termasuk para cleaning service, orang yang bertugas membersihkan sampah, menyapu dedaunan, memotong rumput, pagi-pagi sudah bekerja dengan rajinnya.. Karena merekalah para student di kampus ini bisa belajar dengan tenang karena kampus bersih...

Anyway.. Berbicara soal syukur manusia memang tidak ada puasnya. Sudah punya banyak barang dan dari luar tampak berkecukupan tapi masih merasa kurang dan masih ingin beli barang lainnya. Mereka tidak jarang membeli barang-barang yang tidak dibutuhkannya. Hanya untuk menuruti hawa nafsunya, "udah cape nyari rezeki kalo gak dibelanjain kan sayang, mana banyak diskon lagi....." Untuk pamer, "Ah si A…

Umur, Waktu dan Rezeki

Image
ARTIKEL KE 876  Renungan Umur yang terus berkurang   Tak terasa kita telah berada di penghujung tahun 2018, kurang dari dua bulan lagi tahun 2018 akan meninggalkan kita...
Tapi sebenarnya gak ada awal dan akhir tahun, jadi gak perlu ada perayaan-perayaan mubazir, pesta-pesta selebrasi yang menampilkan artis dangdut ternama dengan goyangan yang aduhai.. Yang ada hanyalah umur yang semakin berkurang. Tahun terus berganti, tahun di kalender sepertinya angkanya makin besar dan makin bertambah...Tapi kita selalu berpikir bahwa pergantian kalender berarti bertambahnya umur setahun lagi..Mengapa kita selalu berpikir bahwa umur kita bertambah, namun tidak memikirkan ajal semakin dekat? Benar kata Al Hasan Al Bashri, seorang tabi’in terkemuka yang menasehati kita agar bisa merenungkan bahwa semakin bertambah tahun, semakin bertambah hari, itu berarti berkurangnya umur kita setiap saat.


Hasan Al Bashri mengatakan,
Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hil…

Jagalah Allah Maka Dia Akan Menjagamu

Image
ARTIKEL KE 875   Jagalah Allah   Inilah pesan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas..                      Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas; suatu hari Aku ikut dibelakang
Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم. Beliau bersabda, " Sesungguhnya Aku ingin mengajarkan padamu beberapa pesan:
1. Jagalah Allah, maka Dia akan menjagamu.
2. Jika kau selalu menjaga Allah maka kau akan tenang.
3. Jika kau minta tolong, mintalah pada Allah jangan pada makhluk dengan cara berdoa.
4. Seandainya semua manusia sepakat untuk memberi manfaat padamu, maka tak akan terjadi, tanpa izin Allah
5. Seandainya semua manusia untuk menimpakan bahaya padamu maka tak akan terjadi tanpa izin Allah.

Sahabat kemudian bertanya:  Amalan apa yang terbaik?
1. Sholatlah tepat waktu.
2. Berbaktilah kepada orang tua. 3. Jihadlah dijalan Allah.
4. Dekatkan dirimu saat kau senang, maka Allah akan mendekatimu saat kau susah. 5. Apa yang jadi takdirmu pasti akan menimpamu, kau tak akan bisa menghindar, yang bukan takdirmu, maka…

Bisnis yang Takkan Merugi

Image
ARTIKEL KE 874  Membangun Bisnis yang Takkan Merugi  Sebuah perusahaan teh ternama yang kita kenal dengan merek Sari Wangi dinyatakan bangkrut oleh pengadilan baru-baru ini. Perusahaan yang telah terbangun sekian lama ini tenyata terjerat hutang trilyunan rupiah sehingga tak bisa lagi beroperasi. Haruskah kita berhenti minum teh Sari Wangi karenanya? Tidak...karena ternyata merek teh ini masih bisa ditemukan di pasaran.. Kenapa? karena merek ini sudah dibeli oleh perusahaan raksasa yang berkantor pusat di Rotterdam dan London, Unilever. Yang dibeli adalah merek (brand), perusahaannya tidak. Jadi karena yang dibeli adalah merek maka perusahaan hanya memproduksi teh Sari Wangi dan mengirimnya ke Unilever untuk di pasarkan. Jadi perusahaan hanya berfungsi sebagai pabrik bukan lagi pemilik utama merek. 

Setelah sekian lama bekerjasama akhirnya Unilever memutuskan kontrak, sehingga perusahaan tak lagi mensuplai teh merek tersebut ke Unilever. Tapi nyatanya teh merek ini tetap ada di pasaran,…

Syukur Yang luar Biasa.

Image
ARTIKEL KE 873  BERSYUKUR MESKI KONDISI PAYAH...Syaikh Sa'ad bin 'Atiq al-'Atiq suatu saat menceritakan: Kasihan sangat dia melihat seorang pemuda yang tadinya tampan, tegap dan cerdas kini seperti mayat hidup yang terbaring lemah tak berdaya karena dilumpuhkan oleh penyakit
Usianya masih 27 tahun, tapi tubuhnya terserang stroke. Lumpuh dari atas ke bawah..
Tubuh tegapnya kita terbaring lemah di rumah sakit. Tak ada yang dapat digerakkan lagi.
Kakinya.
Kedua tangannya.
Kepalanya pun susah untuk ditegakkan. Betul-betul penyakit stroke telah melumpuhkan syaraf-syarafnya, mengkerangkeng jiwa mudanya untuk pasrah berbaring di ranjang rumah sakit.
Hanya kedua mata yang masih menerawang, dan bibir yang agak kaku, tapi selalu menyungging senyum. Mata itulah yang menjadi penanda bahwa ajal belum lah datang menjemput..

Tapi yang menakjubkan adalah:
Ia mengkhatamkan Al Quran setiap 3 hari.
Dengan kedua bibirnya yang kaku, ia menggigit sebuah sendok kayu, demi membuka lembar-lembar al-Qur'an u…

Saat Satpam Memberi Pelajaran Soal Rezeki

Image
ARTIKEL KE 872  Satpam dan Rezeki  Dunia ini adalah madrasah terbesar, tak hanya di bangku sekolah kita mendapatkan pelajaran tapi juga lewat orang-orang yang kita temui dalam keseharian kita. Orang itupun tak mesti bergelar tinggi, punya latar belakang akademik yang cemerlang dan ilmu yang mumpuni tapi justru orang-orang yang biasa kita pandang sebelah mata ini memberi banyak pelajaran hidup termasuk soal rezeki. Saya pernah menulis bagaimana perbincangan dengan tukang rujak ini memberi pelajaran rezeki yang sangat berharga. Bagaimana tukang becak yang sering diremehkan ini malah berezeki baik. Bagaimana Mbah Jum si tukang pijit bayi yang nyambi jualan, dagangan tempenya laris manis dalam 2 jam. Bagaimana semangkuk soto yang harganya gak seberapa malah bisa melapangkan rezeki? Bagaimana ibu tukang cuci ini tiap tahun gak pernah lepas kurban? Ini semua adalah cerita dari orang-orang yang sederhana tapi rezekinya lancar dan hidupnya nyaman meski secara kasat mata mereka tak berlebih ma…

Rezeki terakhir

Image
ARTIKEL KE 871  Ibumu... Ibumu... IbumuAda secarik kertas pertanyaan yang ditujukan kepada Ustadz Syafiq bin Riza Basalamah pada kajian "Bangkai Hidup", yang jawabannya mencabik-cabik relung hati terdalam ratusan jama'ah pagi itu... Semua tertunduk , berurai air mata, tersedu-sedu. Pertanyaan tersebut berbunyi...
"Ustadz, bagaimana cara agar ana yang di Jakarta, tetap bisa bermuamalah dengan baik dengan orang tua ana yang berada di Bogor?" Ustadzpun menjawabnya ringan dengan diselipi canda khasnya...
"Ya akhi... Bogor - Jakarta itu ada keretanya nggak ya? Ada kan. Masya Allah... Naik kereta kan bisa akhi...
Nggak kayak dulu harus naik unta... Lama sampainya..." Jama'ah pun tertawa...

Berselang beberapa detik dari gemuruh tawa yang menggema di masjid, mendadak air muka ustadz berubah. Kepala beliau menjadi tertunduk... Matanya terlihat berkaca-kaca. Ustadz teringat sebuah kisah. Kisah nyata... "Ana mau cerita sedikit tentang sebuah kisah dari Arab.…