Posts

Showing posts with the label cerita

Contoh Konkrit Mengelola Dana Mesjid

Image
ARTIKEL KE 780  Nyari Dana   Konon nyari dana buat pengelolaan mesjd itu susahnya minta ampun. Beragam cara ditempuh para pengelola agar mesjid bisa punya cukup duit untuk survive. Jika hanya ngandelin sumbangan dari jamaah itu jauh dari cukup sehingga pengelola harus muter otak agar kelangsungan mesjid bisa terus terjaga. Bila di Jogja ada sebuah mesjid dengan inovasi dan aneka programnya, yaitu Jogokariyan, lain lagi dengan Mesjid Al-Jihad, sebuah mesjid kampus di Medan. Mesjid ini tadinya ngandelin pendanaan dari pola managemen profesional dengan ngasi tarif parkir dan lain sebagainya. Rupanya hal itu gak memberi pemasukan yang cukup bagi mesjid dan gak bisa menutupi pengeluarannya. Akhirnya ditempuhlah cara Islami. Hasilnya banjir dana. Seperti apakah hal tersebut? Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi kabar gembira bagi para pengelola yang bingung mengelola mesjid dengan produktif. Prof Muhammad Asaad adalah Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Selain

Cerita tentang Passion

Image
ARTIKEL KE 779 PASSION.. Bismillah.... Semoga Senantiasa indah..apa yang kita usahakan. Rezeki yang kita cari setiap hari.. Tanpa kenal lelah dan letih.. Bersimbah peluh menjemput rezeki yang berkah yang disediakan oleh Allah di bumiNya yang luas ini. Meski lelah janganlah menyerah.. Saya pun menemukan passion pada menggambar di usia 40-an (lukisan saya meraih juara kedua pada lomba lukis antar mahasiswa Internasional, April 2018) Belajar sukses dunia ala pengusaha terkenal Warren Buffet pun tak ada ruginya. Kunci sukses yang pertama menurut Warren Buffet adalah *Find Your Passion*. Menemukan sebuah passion juga tidak semudah membalikkan tangan. Perlu waktu dan perenungan yang mendalam. Passion adalah gabungan hobi dan kemampuan. Jika hobinya menulis dan ditopang kemampuan untuk merangkai kata dalam sebuah tulisan yang dimengerti orang lain berarti punya passion di bidang menulis. Itulah cikal bakal blog lancarrezeki.blogspot.com  ini yang dimulai tahun 2015 sil

Menjaga Mutiara dari Kepunahan

Image
ARTIKEL KE 776   10 mutiara yang bakal hilang   Sewaktu Rasululloh SAW sakit, terlontar satu pertanyaan kepada malaikat Jibril as :  "Wahai Jibril... apakah kamu akan turun ke bumi setelah aku tiada...? Malaikat jibril menjawab : " Masih Ya Rasululloh, aku akan turun ke bumi untuk mengambil 10 Mutiara hidup sepeninggal diri engkau. " Rasululloh saw bertanya lagi : “ Mutiara apakah yang akan kamu ambil...?" Malaikat Jibril as jawab : "Mutiara pertama yang akan aku ambil dari muka bumi  adalah : *BARAKAH* (Keberkahan)". Waspadalah jika hidup jauh dari berkah , bisa jadi mutiara telah diambil.  "Mutiara Kedua adalah : *RASA CINTA* (Mahabbah) yang bersemayam dihati manusia.."  "Mutiara Ketiga adalah : *RASA KASIH SAYANG* di antara keluarga (kasih sayang diantara keluarga semakin menipis)." "Mutiara ke empat adalah : *KEADILAN* di hati para pemimpin." "Mutiara Kelima adalah : *RASA MALU* yang ad

Dahulukan Shalat atau yang lain?

Image
ARTIKEL KE 775   DAHULUKAN SHALAT APA YANG LAIN...? Ini adalah kebiasaan kita yang sadar ataupun tidak berimplikasi pada kualitas ibadah pada Sang Maha Pemberi Rezeki. Sebelum subuh sudah berangkat ke kantor..., alasannya jelas...takut terjebak macet yang berimplikasi telat tiba di kantor, telat check clock, uang tunjangan kena potong sesuai lama keterlambatan.. Uang bulanan jadi berkurang karenanya.. rezeki jadi tak sesuai harapan (jumlahnya). Setelah isya baru pulang dari kantor..., alasannya jelas, kerjaan banyak dan harus berjibaku dengan kendaraan lainnya menerobos kemacetan kota besar. Tiba di rumah udah capek banget..gak bisa ngapa-ngapain lagi, tinggal tidur... Habis waktu di jalan.. Dzuhur...terjepit waktu istirahat kantor..., yang harus dibagi antara makan, tidur siang sejenak dan shalat.. Terburu-buru karena mengejar jam check clock siang. Dhuhurnya jadi apa adanya dan tak berkualitas. Tak ada lagi duduk zikir dan memperbaiki kualitas doa , memperbaiki

Mati Sebelum Waktunya

Image
ARTIKEL KE 773   MATI SEBELUM WAKTUNYA Kita mengalami kematian bukan hanya saat ruh melepas dari jasad. Bukan hanya saat jasad terkulai tanpa daya dan upaya... Kita sesungguhnya telah mati: Saat hari-hari dunia kita tak ada yang berubah. Saat harimu detik ini sama saja dengan kemarin. Ketika engkau esok hari, tidak ada bedanya dengan engkau hari ini. (baca : lahir dan mati itu serupa ) Kita sesungguhnya telah mati: Saat kita berhenti menjadi lebih baik. Saat tidak ada yang bertambah dalam hidupmu: Selain umur dan berat badanmu! Ibrahim al-Harby bertutur tentang gurunya, Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahuLlah-: “Aku telah menyertainya selama 20 tahun, melintasi siang dan malam, melewati musim panas dan dingin, Dan selalu saja aku temui ia hari ini lebih baik dari hari yang kemarin...” Duhai, betapa bercahayanya hidup itu! Grafik kebaikannya terus membubung tinggi di perjalanan 20 tahun yang indah... (baca : penyeru kebaikan itu berat ) Bagaimana

Jawaban Doa Kita

Image
ARTIKEL KE 772    TIADA RUGI BERDOA    Doa.. Sebuah aktivitas yang mungkin saja rutin kita lakukan sehingga kita melakukannya secara otomatis tanpa mengerti makna dari doa yang kita panjatkan. Karena doa hanya kita komat kamitkan saja seperti menghapal mantra (baca : doa hebat untuk rezeki itu caranya gini ). Wajarlah jika doa kita tak terjawab... Wong niatnya bukan berdoa tapi sekedar komat kamit gak jelas.. Belum lagi mengaminkan doa orang lain, yang juga gak paham dia doanya tentang apa? Main bilang amin..amin... aja... Doa mbok yang bener... Apalagi doa minta rezeki... (baca : c ara agar doa menjadi senjata efektif penarik rezeki ) Bicara soal doa... Suatu kali seorang Ayah ditanya oleh anaknya: "Mengapa Ayah selalu rajin berdoa padahal keadaan ekonomi kita tetap biasa saja? Apa yang Ayah dapatkan dgn seringnya Ayah berdoa secara teratur kepada Allah ?". Sang Ayah menjawab: "Tidak ada yg Ayah dapat, malah Ayah banyak kehilangan; tet

Rezeki, THR dan Lebaran

Image
ARTIKEL KE 751 PERASAAN CUKUP   Curhat sedikit... Selama jadi ibu kantoran, 17 tahun bekerja sesuai rutinitas jam kantoran, dan tentunya dapat THR , lumayan lah buat nambah-nambah uang jajan menjelang lebaran. Lebaran 2018, adalah kali kedua saya gak lebaran di Indonesia dan gak dapat THR tentunya karena stay di Taiwan untuk sekolah (sebelumnya tahun 2014 waktu stay di Kyoto, Jepang). Sedikit terbebas dari hiruk pikuk khas ibu-ibu menjelang lebaran tiba.. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang Maha Mencukupi dalam setiap keadaan.  Ternyata, melewati lebaran tanpa THR, tanpa rencana mudik, tanpa beli kue kering mahal penghias meja, tanpa baju baru dan persiapan menu utama di hari lebaran justru membuat ramadhan terasa lebih tentram. Meski puasa di negara non muslim tentu berbeda dengan di Indonesia yang aura ramadhannya kerasa banget. Gak ada yang bangunin sahur, gak ada suara bedug tanda berbuka, gak ada mesjid buat tarawih dan juga gak ada penjual takjil khas ram

Bangga Karena Jago Nawar? Baca Ini !

Image
ARTIKEL KE 734   IBU-IBU YANG JAGO NAWAR Cerita ini sangat menarik untuk dibagi karena sering kejadian di lingkungan kita dan bisa jadi kita pun terlibat sebagai pemeran utama di dalamnya. Sore itu sangat terik dan di sepanjang jalan para pedagang buah tetap setia menunggu pelanggan datang. Saya memutuskan buat mampir ke salah satu stand pedagang buah yang ada di pojok jalan. Tak jauh dari tempat saya berdiri segerombolan ibu muda sibuk menawar tumpukan mangga yang ada di depannya. Melihat dari penampakannya saya yakin mereka dari kalangan yang cukup berada. Paling tidak golongan menengah keatas. Modis dan bergaya  dengan jilbab syar'i kekinian, make up yang kinclong menenteng tas tangan bermerk yang saya sendiri gak bisa bedakan itu ori apa palsu, nampak trendy dengan kacamata hitam. Beda dengan penampakan saya yang sederhana dan apa adanya. Sebenarnya bukan pada tempatnya saya menilai seseorang dan hak mereka untuk berdandan sesukanya tapi kejadian selanjutnya lah y