Mengapa Menikah Tanpa Restu Orang Tua Membuat Rezeki Mandek?

Berbakti pada orangtua bisa menguak langit dan memanggil rezeki

Mengapa?
  • Karena doa-doa orang tua makbul. Doa orang tua itu menguak langit, menembus cakrawala dan memberikan efek segera pada anak-anaknya. Termasuk doa kelimpahan rezeki untuk anak-anaknya. Doa orangtua akan membuat rezeki kita tercurah.
  • Ridha Allah terletak pada ridha orang tua, demikian pula kebencian Allah terletak pada kebencian orang tua pada sikap anaknya
  • Berbakti pada orang tua adalah salah satu amalan utama yang disukai Allah. "Aku bertanya kepada Nabi SAW tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah, Nabi SAW menjawab, pertama shalat di awal waktu, berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah." (H.R.Bukhari-Muslim).
  • Kata-kata orang tua itu mujarab, bisa menjadi rahmat atau kutukan tergantung sikap kita. Jika kita berbakti padanya, orangtua akan mengangkat tangannya mendoakan keselamatan dan keberkahan rezeki kita. Sebaliknya jika kita durhaka dan menyakiti hati mereka, bisa saja kepedihan dan tangis orangtua membuat Allah murka dan membuat hidup kita seng
  • Berbakti pada orang tua adalah investasi terbaik yang dimiliki oleh seorang anak. Jika kita menginvestasikan uang pada suatu jenis usaha hasilnya ada dua, bisa untung dan bisa rugi. Tetapi jika kita menginvestasikan uang untuk membahagiakan orang tua (menafkahi, memenuhi kebutuhan dan menyenangkan hatinya), menginvestasikan waktu untuk menemani dan merawatnya, menginvestasikan umur untuk berbuat baik padanya sampai ajal memanggil kita atau orang tua kita maka hasilnya pastilah UNTUNG. Berbakti pada orang tua adalah investasi yang selalu untung, memberikan hasil berlipat karena sumbernya dari Zat yang Maha Kaya, Allah SWT.

menikah dengan restu
Jangan pernah menikah tanpa restu orangtua

Alasan Orang Tua Menolak Memberi Restu

Restu orang tua sifatnya personal yang terkait hubungannya dengan anak-anaknya. Orang tua memiliki hak terhadap anak-anaknya dan masih tanggung jawab mereka sebelum anak-anaknya menikah. Orang tua pasti memiliki alasan mengapa mereka menolak memberikan restu anaknya menikahi atau dinikahi seseorang. Diantara alasan tersebut bisa saja :
  1. Karena berbeda agama. Wanita muslimah tidak diperbolehkan dinikahi oleh pria yang bukan muslim. Demikian pula pria muslim dilarang untuk menikahi wanita musyrik. Karena suamilah yang nanti akan mendidik istrinya dan membawa keluarganya menuju syurga. "Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik dengan wanita mukmin sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dibanding orang musyrik, meskipun dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izinNya dan Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran" (Q.S. Al Baqarah : 221). Orang tua sangat paham dengan ayat ini, mereka takut dengan azab Allah dan pertanggung jawaban di hari pembalasan nanti.
  2. Karena ahlaknya kurang baik. Orang tua memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak dari anak-anaknya. Mereka bisa menilai mana orang yang berahlak baik dan mana yang berahlak buruk. Mereka takut anaknya akan menderita jika menikahi / dinikahi orang yang perangainya buruk.
  3. Karena ibadahnya tidak bagus. Orang tua bisa menilai apa seseorang itu ibadahnya baik atau tidak. Logikanya jika ibadahnya tidak bagus bagaimana bisa dia bisa membimbing keluarganya nanti? Orang tua takut anaknya menjadi jauh dari Allah setelah menikah.
  4. Karena tidak takut pada Allah, Orang tua bisa menilai seorang pria / wanita yang akan menjadi pasangan anak-anaknya. Mereka berfikir jika seseorang tidak takut pada Allah bagaimana dia bisa memperlakukan isterinya / suaminya dengan baik?
  5. Karena dianggap tidak bisa mensupport keluarga dengan baik. Orang tua tidak berani mengambil resiko menikahkan anak perempuannya dengan seorang pria pengangguran yang malas, meskipun gantengnya selangit ataupun orang tuanya kaya raya. Karena suamilah yang akan mensupport rumah tangganya kelak. 
  6. Menilai ada yang tidak beres dengan calon menantunya. Orang tua punya indera keenam atau insting yang kuat terkait dengan bahaya yang akan menimpa anak-anaknya. Mereka tidak akan mengambil resiko menikahkan anaknya dengan seorang pecandu / pengedar narkoba, peminum khamar (minuman keras), pezina, koruptor atau orang yang mata pencahariannya dari sumber yang haram. Mereka juga tidak akan mengambil resiko menikahkan anaknya dengan seorang yang dinilai tidak jujur dengan latar belakangnya (misalnya merahasiakan kalau sebelumnya sudah menikah, berbohong dengan jenis kelaminya - ada wanita yang menikahi wanita dengan membohongi calon istrinya kalau ia lelaki tulen bukan?)
  7. Berbeda status sosial. Misalnya kaya dan miskin, keturunan bangsawan atau tidak, anak pejabat dan orang biasa, cantik dan jelek atau sebaliknya, postur yang tidak serasi, cacat fisik dan cacat mental pada salah satunya, berbeda tingkat pendidikan. Karena orang tua paham pasti akan sulit saling beradaptasi orang yang berbeda status sosial dan itu akan menimbulkan gesekan dalam rumah tangga.

Menikah tanpa restu orang tua membuat rezeki mandek

Lalu mengapa menikah tanpa restu orang tua membuat rezeki mandek?
  • Restu orangtua (terutama ibu) adalah pendorong datangnya berkah Allah. Jika orang tua dari awal tidak memberikan restunya bagaimana mungkin perkawinan kita diberkahi Allah?
  • Restu orang tua mengiringi doa-doa yang dipanjatkannya. Jika orang tua tidak merestui bagaimana mereka mau mendoakan kebahagiaan rumah tangga kita?
  • Pernikahan tanpa restu akan menyakiti hati orang tua, mereka merasa tersakiti oleh tindakan anaknya Tahukah anda bahwa doa orang teraniaya itu makbul, apalagi jika doa itu dipanjatkan oleh orang tua?
  • Pernikahan tanpa restu beresiko. Beresiko membuat orang tua mengeluarkan sumpah untuk tidak mengakui anaknya lagi, beresiko memutuskan silaturahmi antara anak dan orang tua. Silaturahmi adalah salah satu tali yang menarik rezeki pada seseorang. Apa jadinya jika seseorang disumpahi orang tuanya dan memutus tali silaturahmi yang diperintahkan Allah untuk disambungnya.
  • Pernikahan tanpa restu bisa membuat orang tua maupun anak sakit secara fisik / psikis. Bagaimana bisa mendapatkan rumah tangga yang bahagia jika dengan rumah tangga tersebut menyebabkan orang tua atau anak sakit, sakit psikis yang berpengaruh pada fisiknya?
  • Pernikahan tanpa izin wali itu bathil. Sebuah pernikahan hanya sah bila melalui akad nikah. Akad nikah itu hanya dilakukan oleh ayah kandung dari calon mempelai perempuan dengan laki-laki calon menantunya. Tidak pernah akad nikah dilakukan oleh sepasang calon pengantin atau orang lain. Kata Rasulullah SAW " Tidak ada akad nikah kecuali yang dilakukan oleh wali mursyid dan disaksikan oleh dua orang saksi yang adil. Siapapun wanita yang menikah tanpa izin walinya maka nikahnya itu bathil, nikahnya itu bathil, nikahnya itu bathil" (disebut sampai 3 kali). Mengapa bathil? Karena akad nikah itu hanya dilakukan oleh dua orang laki-laki, yaitu antara ayah kandung perempuan dan calon suami. Siapapun tidak berhak melakukan akad nikah yang bukan berada dalam wewenangnya. Wali hakim hanya bisa menggantikan kedudukan ayah kandung dalam akad nikah jika ia (ayah kandung) menyerahkan perwaliannya kepada wali hakim yang memenuhi syarat untuk menjadi wali. Jadi pernikahan tanpa izin wali (ayah kandung) atau pengalihan perwalian yang sah dari ayah kandung kepada wali hakim maka pernikahan itu tidak sah dan bisa dianggap zina (sumber). Bagaimana suatu hubungan yang dianggap zina bisa menarik rezeki? (baca : rezeki terputus, nyawa melayang karena zina.)
Itulah beberapa alasan mengapa menikah tanpa restu orang tua itu membuat rezeki jadi mandek. Jagalah diri dan keluarga kita dari perbuatan yang bisa menjerumuskan kita kepada dosa. Bagi saudaraku yang telah menemukan pendamping hidup yang sejati, sebelum melangkah menuju ikatan suci, mintalah doa restu dan perkenan orang tua. Jika mereka tidak memberi restu pikirkanlah dengan baik mengapa orang tua berbuat demikian. Pasti mereka punya alasan yang kuat. Tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anak-anaknya ke jurang kesengsaraan bukan?

Jadi sebelum memutuskan untuk kawin lari, nekat kawin tanpa restu orang tua, nekat menentang orangtua dan menganggap orang tua egois, pikirkan baik-baik paragraf di atas. Semoga kita semua dijadikan anak yang berbakti pada orangtua dan anak-anak kita menjadi anak yang berbakti pada orang tuanya. Amin...

Comments

  1. Jika tidak restunya orang tua hanya karena masalah suku gimana tuh ? Bukan kah Allah menciptakan kita berbangsa dan bersuku agar saling mengenal ? Dan bukan kah nikah tanpa cinta juga sangat menyiksa batin ? Mohon pencerahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut pemahaman saya yang kurang ilmu ini, utamakan minta restu orangtua sebelum menikah. Jika orang tua tidak berkenan memberi restu, tanyakanlah pada beliau, mungkin ada alasan yang menguatkannya. Jika alasannya tidak rasional termasuk menolak calon menantu yang berbeda suku padahal akhlaknya baik, itu bisa dibicarakan dengan mereka. Pendekatan yang baik dan tetap menghormati serta tetap berbuat baik pada mereka, Insya Allah bisa meluluhkan hati orang tua. Tidak ada orang tua yang akan menjerumuskan anak-anaknya.

      Delete
    2. Ada, saya. Dia sudah tidak menganggap saya anak lagi. Alasan tidak merestui adalah karna masih menganut hukum siti nurbaya"

      Delete
    3. Ada saya, sampai dia sumpah sumpah dan tidak dianggap anak lagi karna saya dilahirkannya untuk diatur2 tetlebih lagi beliau menganut kepercayaan zaman siti nurbaya

      Delete
    4. Saya pikir ada miskomunikasi dengan orangtua Mas..Jika saja beliau sudah tak bisa diajak berkompromi, temui paman, bibi, kakek atau siapapun yang disegani oleh orang tua untuk membantu mengkomunikasikan masalah ini. Jika urusan dengan manusia mandek, silakan balik ke Allah, shalat istikharah, shalat hajat, apapun yang intinya memohon agar Allah campur tangan dalam urusan ini. Insya Allah akan ditunjukkan jalan.

      Delete
    5. malo menurut agama jika orng tua tidak merestui karena suku, miskin, jelek ato apa lah. maka di jelaskan dalam "firman Allah SWT (yang maknanya): ” Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbakti kepada kedua orangtuamu. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut di sisimu, maka jangan sekali-kali kamu mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, apalagi membentak mereka. Ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (santun)” (al-Isra’ ayat 23). Sedang hadis yang terkait dengan birrul waalidain antara lain adalah sabda Nabi SAW (yang maknanya): “Ridlo Allah SWT itu ada dalam ridlo kedua orangtua, begitu juga murka Allah SWT itu ada dalam murka keduanya” (HR at-Turmudziy dari Abdullah bin ’Amr).
      Oleh karena itu, hendaknya semua orangtua bersikap arif dan bertindak bijak ketika menghadapi anak yang sudah menjalin hubungan sedemikian dekat dengan seseorang dan merasa sudah amat cocok sehingga tidak mungkin lagi dipisahkan, maka lebih baik segera dinikahkan agar terhindar dari perbuatan zina. Jangan ada lagi orangtua yang bertindak otoriter dengan sikap tanpa kompromi melarang dan menghalang-halangi pernikahan mereka, yang kemudian amat memungkinkan terjadinya perzinaan. Hal ini tentu dengan syarat bahwa pihak pria harus beragama Islam. Tetapi jika pihak lelaki non-muslim, maka harus masuk Islam dulu. Jika tidak mau, maka sengotot apa pun tidak perlu diloloskan, karena dinikahkan pun tetap tidak sah dan hubungan mereka tetap dihukumi zina. Jadi bagi wanita muslimah, mutlak selektif dalam hal agama pria yang dicintai, harus muslim. Kalau tidak, maka pilihannya adalah mendapat “suami” non-musli

      Delete
  2. Bagaimana kalau sebaliknya orang tua pihak laki lakinya tidak setuju karena orang tua laki laki sudah punya calon untuk anaknya yang sesuai dengan daerahnya (sama sama orang jawa) pada hal sianak sudah punya calon dan ingin menikahinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Restu itu perlu... lakukan pendekatan yang baik pada orang tua pihak laki-laki..memang butuh waktu tapi tidak ada salahnya usaha. Mengapa mereka tidak setuju mungkin karena belum mengenal calon menantunya yang kebetulan berbeda suku dengan baik. Bukankah tak kenal maka tak sayang?

      Delete
  3. Gmna kalau gak direstui cuna krna umur kita yang lbih tua stahun dri pda mantan pcar saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umur tidak ada kaitannya dengan kedewasaan. Memang tidak bijaksana menolak seseorang hanya karena umur tapi orangtua memiliki pertimbangan sendiri. Lakukan pendekatan pada calon mertua dan berdoa pada Allah, agar dimudahkan usahanya..

      Delete
  4. Kurang berimbang jika dilihat dari sudut orangtua saja...walaupun memang betul orgtua lbh banyak pengalaman...tetapi ada hal2 yg alasannya tidak sesuai syariat yg diutarakan oleh orgtua...yh kdg menjadi alasan dan dijadikan senjata mengatakan bahwa ridlo Alloh ada pada rido orangtua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang ada orangtua yang terbilang.. maaf kolot dan mengutarakan rasa keberatan menerima pinangan seseorang yang alasannya tidak sesuai dengan syariat, tapi segala sesuatu bisa dibicarakan. Lakukan pendekatan, sampaikan pandangan anda pada ortu dengan santun dan tetap menaruh respek kepadanya, jangan lupa berdoa pada Allah. Jodoh terbaik takkan kemana...

      Delete
  5. bagaimana kalo dari awal ayah dr pihak perempua menyetujui dan merestui sampai menentukan bulan pernikahan dan pihak dr keluarga laki2 sudah menyiapkan seserahan tiba2 ayah dr pihak perempuan membatalkan hal trsebut tanpa memberikan alasan yg kuat dan pasti dan malah menjelek2n dan menyebar fitnah kluarga laki2 atau calon laki2?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo menurut saya..perlunya klarifikasi mengapa keluarga pihak laki2 tiba2 berubah sikap. Tanyakan secara langsung, mungkin saja mereka mendengar berita sepihak yang menyudutkan keluarga perempuan, silakan klarifikasi kebenarannya. Jika memang jodoh akan dipertemukan, jika tidak, Allah punya banyak cara untuk menjauhkannya. Mungkin saja laki2 tersebut bukan orang yang tepat untuk mendampinginya. Insya Allah jodoh terbaik akan datang jika kita juga memantaskan diri.

      Delete
  6. Saya Pria 24 Tahun sudah memiliki pekerjaan tetap tinggal di perantauan Insya Allah siap lahir batin menikahi seorang gadis. Orang tua tidak merestui hubungan kami karena wanita dianggap kurang bisa mendekatkan diri ke keluarga. Sudah berbagai hal diusahakan dari ngobrol langsung, tidak langsung, jalan bersama juga namun hal tersebut masih dinilai kurang dekat. Saya takut hubungan gantung berkepanjangan ini menjurus zina. Saya butuh seseorang bisa menjaga saya juga disini. Patutkah saya menikah tanpa restu orang tua?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba tanya Allah deh Mas... istikharah.. mudah-mudahan dapat petunjuk..

      Delete
  7. Trs bagaimanakah.. kalau nikah itu harus melihat weton.. sementara saya sama pasangannsudah mantep. Trs terhalang weton kalo kata ortuku kalau weton selasa pon sama senen legi itu g baik. Trs gmn saya sebagai lelaki? Dn jika saya memutuskan untuk nikah tanpa restu orangtua saya, namun ortu perempuan merestui.. hukumnya gmn?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo menurut saya sih..bicarakan baik-baik dulu sama orangtua, musyawarah bagaimana baiknya, hormati mereka dan sampaikan keinginan anda, niat baik itu harusnya dipercepat. Atau minta tolong paman atau bibi yang disegani orangtua untuk membantu menengahi. Kalo masih mentok dekati Allah dengan shalat, mohon petunjukNya, mudah-mudahan diberi kemudahan..insya Allah

      Delete
  8. Saya punya pasangan dia dr suku tertentu dan orang tua saya tidak setuju karena stts dan sukunya dia sdah pernah berumah tangga lalu gagl dan punya seorang anak hanya karena suku nya tersebut pihak orang tua saya tidak setuju dan akan mengancam membunuh pasangan saya kalau sampai dtang kerumah bpk saya orang yg maaf blm sempurna agama nya masih memandang adat dll saat ini hubungan kami ditentang padahl mereka sma sekali blm bertemu dan mengenal nya rasanya tidak adil begitu ibadahnya baik itu yg saya lihat dr pasangan sya dan insyallah bertangung jawab kami berdua sudah mantab mohon sarannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo menurut saya Mbak Anggun boleh minta tolong paman, bibi, kakek atau orang yang dituakan dan disegani bapak untuk membantu berbicara dengan beliau. Jika Mbak Anggun udah mantap dan urusan dengan manusia gak beres juga, minta sama Allah. Istikharah mbak. Kalo memang dia jodoh terbaik yang dikirim Allah, insya Allah akan dimudahkan. Kalo tidak, ya..Mbak Anggun harus menerimanya dengan lapang dada. Mungkin yang terbaik akan datang nanti di lain waktu. Gak usah keburu. Kasi waktu untuk ortu, kasi waktu diri untuk mikir, istikharahnya jalan terus, insya Allah ditunjukkan jalan oleh Allah SWT.
      Semoga membantu..

      Delete
  9. apa yang harus aku lakukan ya, jika ortu tidak mengizinkan anak prianya menikah karna adek-adeknya belum selesai sekolah, kakaknya belom nikah, umur masih 20 tahun n pengalaman yang masih kecil ... apa yang harus dilakukan ya, tolong jawabannya ????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ortu pasti punya alasan sendiri mengapa tak mengizinkan anaknya untuk menikah. Berdasarkan pengalamannya yang sudah banyak pasti mereka jauh lebih paham kondisi menikah di umur 20-an tahun (belum matang secara emosional, masih kuliah, belum punya kerjaan tetap, penghasilan belum memadai, dsb). Adik-adiknya masih sekolah juga jadi pertimbangan karena menyelenggarakan pernikahan itu butuh biaya yang tidak sedikit, biaya yang bisa dipake untuk sekolah adik-adik. Apalagi kakak belum menikah, memang tak ada salahnya melangkahi tapi orangtua ingin yang tua didahulukan, apalagi jika adiknya masih 20an tahun..
      Pahami alasan ortu..bicarakan keinginan anda pada nmereka, sehingga ada titik temu..
      Semoga membantu..

      Delete
  10. Bagaimana kalau sudah terlanjur menikah. karena awalnya kedua orang tua saya setuju tapi setahun kemudian ibu saya tidak bisa menerima ketidakjujuran suami saya atas pernikahan suami saya yg terdahulu (suami saya punya anak 2 dari pernikahan sebelumnya) sehingga ibu saya menutut saya untuk bercerai, tetapi saya menolak mengikuti permintaan ibu saya. Kalau dari pihak ayah sih menerima suami saya apa adanya, cuma dari ibu saya yang ga pernah mau merestui. Ayah saya ga bisa berbuat apa-apa karena dalam keluarga ibu saya yang paling dominan. Bahkan ayah saya pergi dari rumah karena masalah saya ini. Konflik ini sudah terjadi selama 5tahun, walaupun saya sudah pisah rumah (rumah saya sebelahan sama rumah ibu saya) tetapi ibu saya masih terus merecoki keharomisan rumah tangga saya, ibu saya berulangkali mengusir suami saya dari rumah itu hal tersebut sering kali menjadi pertengkaran saya dan suami. ibu saya anak tertua dikeluarga, saya pernah minta bantuan paman-paman saya tetapi tidak berhasil begitupun dengan saudara saya ga ada yang bisa meluluhkan hati ibu saya. Bahkan beberapa minggu yang lalu ibu saya pun mengusir saya dari rumah (tanah dan rumah yang saya tempati sebagian pemberian orang tua) saya bingung, cap anak durhaka sudah melekat didiri saya selama 5tahun ini, dosakan saya mempertahankan rumahtangga saya ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya bukan ahli dalam bidang ini Mbak Dewi, tapi dari pemahaman saya yang masih kurang..anda berdua sedang diuji Allah. Karena anda disayangiNya sehingga diberikan masalah ini. Gak ada masalah yang gak punya solusi, kita belum ketemu aja. Kalo ujian itu dari Allah, balikin lagi deh ke Allah, apalagi kalo kita udah mengerahkan semua kemampuan. Temui Allah dalam shalat malam anda, Ngomong ke Allah masalah anda, minta petunjuk kemudahan menghadapi ibu (wanita yang kita pernah tinggal di rahimnya dan yang telah membesarkan kita). Berbeda pendapat boleh tapi tetaplah hargai beliau.
      Saat berkeluarga, wanita wajib taat pada suaminya lebih dari ke ibunya. Bicarakan dengan suami sebagai imam anda, kemungkinan untuk keluar dari rumah dan tanah ibu, untuk hidup mandiri. Kalo belum bisa beli rumah bisa ngontrak atau kos, yang penting tenang. Tetap jaga silaturahmi dengan ibu, meskipun beliau masih marah.
      Terkait soal ketidakjujuran suami tentang masa lalunya..bukalah hati anda untuk memaafkannya. Kita semua punya masa lalu, dia pasti punya alasan mengapa tidak jujur padanya (silakan anda tanya sendiri). Tapi masa lalu telah berlalu dan yang paling penting bagaimana menata masa depan. Perceraian bukan solusi, tapi jalan akhir jika memang sudah tak ada titik temu. Ingatlah..perceraian adalah hal halal yang dibenci Allah.
      Wassalam...semoga membantu.

      Delete
  11. jika masalahnya karena trauma punya menantu gimana? saya laki2 sudah cukup umur untuk menikah, punya pekerjaan tetap juga,kakak saya 2 laki2 sudah menikah, calon saya diperkenalkan oleh ibu saya, tetapi setelah berjalan perkenalan, ibu saya berubah menjadi tidak suka dengan calon saya, bahkan ibu saya menjelek-jelekan calon saya. Hal ini dikarenakan ibu saya mengira kalau calon saya ini tidak bisa mendekatkan diri padanya, padahal ibu saya telah bercerita macam2 tentang menantu dari kakak2 saya yang menyebabkan calon saya menjadi takut kepada ibu saya. Hal ini telah berlangsung cukup lama, saya sudah mencoba berdiskusi tetapi ibu saya langsung emosi dan marah2, bahkan dia menyuruh saya untuk berkenalan dengan calon lain yang disiapkannya, dan apabila dengan calon lain ini gagal baru saya boleh menikah dengan calon saya. saya punya adik perempuan, saya tidak bisa berkenalan dengan calon lain dikarenakan saya takut hal ini bakal menimpa adik perempuan saya, saya juga sudah berdiskusi masalah ini dengan saudara saya, tetapi mereka malah tidak mendukung dan cenderung mencari aman sendiri dikarenakan mereka takut dimusuhi oleh orang tua saya. apakah saya tetap harus melanjutkan pernikahan ini dengan calon saya tanpa perlu restu dari orang tua saya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sebenarnya bukan pakar dalam hal ini Tapi jika ditanya maka jawaban saya, kalo usaha mas Hanif berdiskusi langsung dengan ibunda tak berhasil, minta tolong lah pada orang yang dituakan (paman, kakek, bibi, nenek, tante) yang disegani dan mau didengar oleh ibu. Sampaikan apa yang menjadi uneg-uneg anda dan dengarkan apa yang menjadi sebab ketidaksetujuan ibu pada calon anda. Pernikahan itu bukan trial and error, tidak bijaksana jika ibu anda memaksakan calonnya dan jika tidak berhasil anda boleh mencoba dengan calon pilihan anda. Tidak bijaksana juga menuduh ibu, mungkin ada hal yang diliat oleh ibu pada calon anda dan mmbuatnya gak berkenan. Inilah yang perlu diketahui. Mudah-mudahan pembicaraan keluarga itu bisa menggugah hati ibu anda. Jika masih gak ada titik temu, pilihan ada di tangan anda, karena anda sudah cukup umur untuk memutuskan. Restu orang tua penting, dapatkan restu itu baik-baik meskipun harus melalui kesepakatan yang harusnya memuaskan ibu dan anda. Karena itu ikhtiar lah dengan diskusi keluarga, sisanya serahkan pada Allah, tentu lewat istikharah, tahajud, shalat hajat dan doa..
      Semoga membantu.

      Delete
  12. Saya adalah perempuan. Dari awal perkenalan calon saya sdah melamar. Pada awal perkenalan, orang tua saya nampak senang, apalagi ibu saya pernah bilang, sewaktu haji ibu saya berdoa ttg jodoh saya, dan merasa calon saya lah jawabannya. Seiring berjalan waktu saya dan calon saya berselisih paham, calon saya berkata agak kasar kpd saya (dengan maksud baik tentunya) tetapi ibu saya menjadi kurang suka. Dari situ ibu saya berubah pikiran, sehingga lamaran calon saya blm juga dibalas, padahal dia sdh minta maaf dan kami sdh berkomunikasi dengan baik. Saya takut hukum menikah kami yang tadinya sunnah menjadi wajib, karena rindu dan takut mnjadi zina.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang tua kadang melihat sesuatu yang tak kita lihat Mbak Ihda. Kadang jika mata kita tertutup oleh cinta semuanya jadi kelihatan indah. Jika ibunda menjadi kurang suka dengan perilaku calon anda yang kasar, itu karena beliau menyayangi anda, anak kesayangannya dan tak rela ada orang yang berkata kasar padanya (jika maksudnya baik bukankah harusnya diucapkan dengan baik?). Bicara baik-baik dengan ibu, dengarkan apa alasan beliau belum membalas lamaran calon anda, bicarakan juga bagaimana solusinya. Jangan lupa dekatkan diri dengan Allah, doa, tahajud, istikharah, shalat hajat. Jika memang dia jodoh anda, akan dimudahkan. Insya Allah..

      Delete
  13. Assalamu'alaikum, kakak saya menikah dengan laki2 yang jauh lebih tua dan baru beberapa hari dia kenal,dan orang tua jg tidak mengenal sama sekali, kebetulan kami di sumbar dan kk saya baru pindah ke batam, dan pada saat mau menikahpun, calon suami minta ijin menikahi kk saya dan minta ayah saya jadi cm lewat telpon, tapi ayah saya tidak mau dan mereka tetap menikah dengan wali hakim, pertanyaan saya apakah pernikahan tersebut sah?? Dan bagaimana dengan uang yanh diberikan ke anak dari hasil pernikahan yang tidak sah, meskipun itu dari gaji siibu? Apakah halal dimakan oleh anak, karna saya sangat takut ponakan saya memakan dari yang haram, saya sangat mengharapkan penjelasan sesuai hukum islam, terimakasih banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika wali tidak mau menikahkan, harus dilihat dulu alasannya, apakah alasan syar’i atau alasan tidak syar’i. Alasan syar’i adalah alasan yang dibenarkan oleh hukum syara’, misalnya anak gadis wali tersebut sudah dilamar orang lain dan lamaran ini belum dibatalkan, atau calon suaminya adalah orang kafir (misal beragama Kriten/Katholik), atau orang fasik (misalnya pezina dan suka mabok), atau mempunyai cacat tubuh yang menghalangi tugasnya sebagai suami, dan sebagainya. Jika wali menolak menikahkan anak gadisnya berdasarkan alasan syar’i seperti ini, maka wali wajib ditaati dan kewaliannya tidak berpindah kepada pihak lain (wali hakim).
      Jika seorang perempuan memaksakan diri untuk menikah dalam kondisi seperti ini, maka akad nikahnya tidak sah alias batil, meskipun dia dinikahkan oleh wali hakim. Sebab hak kewaliannya sesungguhnya tetap berada di tangan wali perempuan tersebut, tidak berpindah kepada wali hakim. Jadi perempuan itu sama saja dengan menikah tanpa wali, maka nikahnya batil. Sabda Rasulullah SAW,”Tidak [sah] nikah kecuali dengan wali.” (HR. Ahmad; Subulus Salam, III/117).
      Namun adakalanya wali menolak menikahkan dengan alasan yang tidak syar’i, yaitu alasan yang tidak dibenarkan hukum syara’. Misalnya calon suaminya bukan dari suku yang sama, orang miskin, bukan sarjana, atau wajah tidak rupawan, dan sebagainya. Ini adalah alasan-alasan yang tidak ada dasarnya dalam pandangan syariah, maka tidak dianggap alasan syar’i.
      “…maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma’ruf.” (TQS Al-Baqarah : 232).
      Jika wali tidak mau menikahkan dalam kondisi seperti ini, maka hak kewaliannya berpindah kepada wali hakim. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW,”…jika mereka [wali] berselisih/bertengkar [tidak mau menikahkan], maka penguasa (as-sulthan) adalah wali bagi orang [perempuan] yang tidak punya wali (HR. Al-Arba’ah, kecuali An-Nasa`i. Hadits ini dinilai shahih oleh Ibnu ‘Awanah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim, Subulus Salam, III/118).

      Delete
  14. Saya dan tmn laki laki sy sudah siap menikah. Awalnya bapak dan bu nya setuju tp entah knp malah menjadi berubah fikiran dan menjodohkan dg perempuan lain yg satu daerah dan masih muda. Kebetulan ibu dan tantenya kenal dg perempuan tsb. Akhornya teman laki sy setuju untul berkenalan tp pihak perempuan blm mau menikah krn msh 18th msh pgn menyenangkam keluarga jg dg bekerja. Sy kaget saat dy menceritakan itu. Kami berada di kota yg sama. Tp bukan kota asal tmn laki saya td. Tmn sy menceritakan kalau bbrp kali sufah mencoba melobi ayah nya tp blm ad tanggapan juga. InsyaAllah dy laki yg baik pribadinya dan paham soal agama. Sy mst gimana ya...sabar atau mengikhlaskan..krn ikhtiar sy cm bs lwt doa saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bicara dengannya Mbak. Jika dia memang serius maka dia pasti menentukan sikap memilih anda. Komunikasikan secara serius dengannya. Jika dia masih belum bisa menentukan sikap, andalah yag harus menentukan sikap. Apakah tetap akan menunggunya, apakah dia pantas untuk ditunggu? Atau memilih melepaskannya? Seseorang yang tak bs menentukan sikap bisa jadi masalah, karena dia nanti akan menjadi imam dalam keluarga bukan?
      Kembalikan pada Allah. Jodoh memang tak akan kemana tapi jodoh juga perlu diupayakan. Anda berhak dapat laki-laki yang baik. Pantaskan diri terlebih dahulu menjadi wanita yang baik, insya Allah laki-laki yang baik pun akan dirkirim Allah pada waktunya.
      Salam..

      Delete
  15. saya pria 23 thn.awal ny orang tua merestui hubungan kami , sudah memesan gedung ,sudah mempersiapkan semuanya , dan baru bulan kemarin semuanya berubah , orang tua saya tidak merestui hubungan saya karena.mendengar kabar yg tidak baik dr sepihak , masalah ini sudah dijelaskan kepada orang tua bahwa ini fitnah , sudah jelas ini fitnah , karna hasutan dr orang yg tdk bertanggung jawab orang tua saya tetap.tidak merestui hubungan kami , ketika saya jujur saya sudah berzina dengan calon saya , saya harus tanggung jawab , tetapinorang tua saya tetap tidak menghendaki pertanggung.jawaban kepada calon saya , akhirny.saya memutuskan menikah dengan calon saya karena saya ingin tanggung jawab apa yg sudah saya perbuat , apakah saya anak yg durhaka kepada orang tua ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Durhaka atau tidak Allah yang tahu Mas.. Sesuatu yang baik seperti halnya pernikahan harusnya dimulai dengan baik. Jika sudah diawali dengan zina (meskipun akhirnya anda nikahi juga), apalagi sampai ngotot mengabaikan pandangan orang tua itu kurang tepat. Zina itu mendekatinya aja di larang apalagi melakukannya. Orang tuapun berkata "ah" saja kita tak boleh apalagi membantahnya. Menurut saya orangtua pasti punya alasan mengapa tidak merestui hubungan anda, suka ato tidak, itu pendapat mereka dan harus dihargai. Karena anda sudah menikah meskipun tanpa restu orang tua, lebih baik fokus pada memperbaiki hubungan dengan mereka. Datangi mereka, perkenalkan calon anda, minta maaf atas apa yang telah anda lakukan. Boleh jadi mereka masih marah dan enggan menerima anda itu adalah resiko, tapi sampai kapanpun anda tetap harus berbakti pada mereka, tetap harus memelihara silaturrahim dan tetap mendoakan mereka. Orang tua yang beda agama pun wajib kita berbakti apalagi yang berbeda pendapat saja.. Jadi jangan fokus ke soal durhaka ato tidak, tapi fokuslah memperbaiki hubungan dan bakti pada orang tua.
      Wassalam..

      Delete
  16. saya pernah tidak dapat restu orang tua tetapi kami tetap menikah meskipun ibu saya tidak menyukai nya ..seiring berjalan nya waktu pas saat aku melahirkan anak pertama saya ibu saya mulai menyukai dan bisa menerima suami saya ..tetapi saat sudah mempunyai anak suami saya kelakuan nya malah menjadi jadi suka mabok dan sering berbohong juga sering malas untuk bekerja .saya lelah dengan semua kelakuan nya sampai akhr nya aku memutuskan untuk cerai dengan nya ..sekrang sudah 2 tahun lebih aku hidup menjanda tetapi aku tidak pernh mencintai orang lain selain suami saya ..sekarang saya sama mantan suami saya mulai kontekan lagi kini dia ingin kembali ke saya tetapi saya malu untuk menerima nya lagi karena orang tua pun sudah membenci nya karena sudah menyakiti saya sampai membuat saya menangis ..saya tidak masalah jika di bully oleh tetangga jika saya rujuk lagi sama dia ..tetapi restu orang tua dan saya malu kepada orang tua saya ..aku hanya ingin keluarga ku utuh kembali karena saya sudah mempunyai anak dari dia .aku engga tau harus gimana dan memulai nya dari mana saya bingung sekarang ..masih saling mencintai tapi sudah tidak bisa saling memiliki rasa nya perih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagi wanita Mbak Eni, memilih suami itu kudu selektif, karena ia akan menjadi imam yang wajib anda taati melebihi ortu anda. Itu sebabnya ortu sangat concern dengan calon menantu laki2nya. Mengapa dulu ortu tdk merestui? Mgkn beliau sdh melihat ada yang tak beres dengannya, sesuatu yang mereka lihat tp tak terlihat oleh anda karena dibutakan oleh cinta. Jika anda ingin rujuk, itu hak anda tapi yakinkan dulu dia sdh berubah dan siap menjadi imam yang baik. Jika sdh terbukti dan teruji, silakan anda pikirkan dan sampaikan pada ortu. Mereka orang yang sangat berpengalaman dan tak mgkn tak memberi restu jika dilihatnya sang mantan telah berubah dan akan membahagiakan anda dan keluarga. Jangan sampai cinta membutakan mata anda kedua kalinya. Cinta itu harusnya kita yang kendalikan mbak, bukan sebaliknya cinta yang mengendalikan kita... Mohon petunjuk pada Allah lewat shalat malam, istikharah, shalat hajat, jika dia memang yang terbaik bagi anda, insya Allah dimudahkan. Kebahagiaan itu pilihan mbak, pilihlah yang bisa membahagiakan anda dan anak anda dunia akhirat..
      Wallahu alam..

      Delete
  17. Assalamualaikum,, permisi, saya minta saran kepada penulis, Saya MSA 23 Th,, Hubungan saya dengan pasangan saya sangat kuat dalam memperjuangkan buat melangkah ke pernikahan, Problemnya orang tua perempuan saya tidak merestui ( lebih2 orang tua ibu mertua a.k.a Kakek mertua yang notabennya kaya dls) keluarga perempuan saya sederhana sama dengan keluarga saya, namun restu ibu mertua Sangat berat untuk saya Alasannya Kerja saya belum mapan, saya udah bekerja hanya saja pekerjaan saya tidak terlalu dipandang namun saya rasa UMR kota ini cukup membiayai rumah tangga, hanya saja Standart Mapan yang di minta mugkin jauh apa yang saya miliki, secara saya perantau hidup mandiri nanggung biaya makan dan kos sendiri, Dibandingin pasangan lain yang mampu beli tanah dan rumah lali nikah, secara materi saya sangatlah jauh,, Terlalu Berat buat saya mencari kerja mapan secara materi dls, namun tak mampukah saya memperjuangkan ini, bukankah kita tidak tau akan kemana Allah membawakan takdir untuk hambanya yang di Ridhoi, kenapa saya di persulit manusia, sedangkan niat saya Baik, Menikah Menyempurnakan Agama.kini Doa dan Usaha yang jadi langkah untuk mencari atau menghadapi problem ini,, Mohon pencerahan,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alasan gak merestui harus sesuai syari'i, silakan baca jawaban saya atas pertanyaan adkor riau julie di atas. Miskin, kayanya/mapannya calon mempelai bukan alasan. Menikah itu perintah agama, karena harus dilaksanakan, sebagaimana shalat, puasa dan haji. Silakan baca ulasan di artikel ini nikah gak perlu tunggu mapan. Semoga membantu. Wallahu alam..

      Delete
  18. Sya laki2 25 tahun..orang tua dan kakak2 saya tak merestui wanita plihan sya..krna mreka mengingin kan pendamping hidup yg sama sama bekerja dan brpendidikan..
    Saya bngung hrus bgai mna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menikahi wanita yang berpendidikan itu perlu mas, karena mereka lah yang akan mendidik anak2 anda nantinya, calon generasi masa depan dan istri harus bisa nyambung dengan anda sbg suaminya. Menikahi isteri yang bekerja keuntungannya adalah double income, kekurangannya waktu untuk keluarga mgkn kurang. Jika anda menyukai wanita yang pendidikannya rendah dan tidak bekerja adalah hak anda, tapi juga hak orang tua untuk memberi masukan berdasarkan pengalamannya. Restu orang tua perlu agar pernikahan dan rezeki lancar, tapi jika penolakannya gak ada unsur syar'i (baca jawaban untu Adkor Riau Julie di atas), terserah anda untuk melanjutkan. Saya pikir segala sesuatu bisa dibicarakan. Mungkin saja orang tua belum mengenal calon anda. Beri waktu mereka untuk menyesuaikan diri satu sama lain..Gak usah terburu-buru apalagi memaksakan kehendak. Dekatkan diri pada Allah agar dimudahkan, kalo jodoh gak akan kemana..
      Wallahu alam..

      Delete
    2. Trus bgaimna baiknya say menyampaikannya pada wanita itu...saya g enak hati..

      Delete
    3. Sebagai laki-laki anda, calon pemimpin keluarga, anda harus konsisten. Jika anda memilih untuk mempertahankannya, perjuangkan dia di hadapan orang tua anda. Jika anda memilih untuk melepasnya, sampaikan padanya dengan cara yang baik. Berikan alasan yang jujur, bukan sekedar karena rasa gak enak hati. Katakan alasan yang sebenarnya mengapa anda memilih untuk melepasnya. Meskipun sakit saya pikir dia akan memahami. Jodoh gak bisa dipaksakan..
      Wallahu alam..

      Delete
  19. Assalamualaikum.mohon ijin sharing.sy sdh mau nikah tinggal itungan hari lagi tp tibaw calon sy mundur dg alasan ortu.awalnya ortu calon sy dukung dan ortu sy yg gak setuju .tp alhamdulillah ortu sy jd adem dan sy sdh urus smua ..skrg ortu calon sy menekan calon sy utk batalin pernikaha dg alasan klo ttp maju bapak mau mnceraikan ibunya .. dan krn alasan adat jawa kita tdk boleh menikah..apa yg hrs sy lakukan sdgkan sy ingin ttp menikah dg dia..apalagi tinggal seminggu lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nikah itu ibadah mbak..kita wanita gak bisa asal nikah begitu aja harus ada wali yang secara hukum agama ditujukan pada ayah, saudara laki-laki, om dari pihak ayah ke atas atau wali hakim jika wali sah udah gak ada. Kalo mbak percaya yang namanya jodoh, maka yakinlah bahwa siapapun yang dipilihin Allah untuk mendampingi mbak dewi akan dimudahkan datangnya. Betul, kita boleh ikhtiar tapi jika semua ikhtiar kita udah maksimal balikin lagi ke Allah. Minta Dia yang atur. Jika jodoh pasti akan bersatu dan kalo gak jodoh pasti ada saja jlnnya untuk gak ketemu. Silakan istikharah minta petunjuk dan kemudahan, tahajud untuk menenangkan dan mengikhlaskan hati serta minta maaf pada ortu. Teruslah berbuat baik pada mereka..
      Semoga membantu
      Wallahu alam..

      Delete
  20. Assalamualaikum..sy noerma sy mo nikah tinggal hitungan hari sj.tp kmrm tibaw calon sy pergi dan memutuskan utk mundur..dg alasan lebih pilih ortu.. klo calon sy ttp nikah sm sy bapaknya akan mnceraikan ibunya... calon sy pun pasti trtekan.. apa yg hrs sy lakukan mengingat pengorbanan sy jg besar krn ortu sy awal jg tak restu mslh adat.. dan sy sempet sidang ke pngadilan untuk surat wali hakim. Makasih saran dan msukan buat sy nantinya !

    ReplyDelete
  21. Assalamualaikum
    Maaf saya ingin meminta pendapatnya
    Saat ini saya sedang dekat dengan laki" kurang lebih sudah 3 bulan dia bekerja d luar jawa sbg anggota TNI sedangkan sy skrng posisi d sby tetapi dia mempunyai niat untuk melamar saya saat cuti nanti dan berencana menikah tahun depan jika kedua orang tua sudah merestui dan juga karna orang tuanya sepertinya jg sudah suka dengan saya..
    Tetapi yg masih mengganjal adalah restu dari orang tua saya beliau tidak merestui karna pangkat laki" ini jauh d bawah orang tua saya
    Sedangkan saya sendiri sudah merasa nyaman dengan laki" ini karna dia teman lama saya yg sudah lama tidak tau kabarnya tapi sedikit banyak saya tau kepribadiannya
    Dia orang yg menurut saya berkepribadian baik dan akhlaknya jg baik jika nanti jadi imam untuk kluarga saya insha allah bisa membimbing saya
    Tapi karna pangkatnya yg jauh lebih rendah dr pangkat orang tua saya jd orang tua saya tidak merestui apalagi ibu saya orang yg bener" teguh sama kata"nya saya takut jika nanti beliau tidak merestui dan tidak ridho jika saya menikah dg laki" ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo mbak udah benar-benar yakin sama laki2 ini, yakinkan kedua orangtua mbak. Bicara sama mereka, kenalkan calon anda. Mungkin orang tua belum terlalu mengenalnya. Manusia semua sama, pangkat itu kita yang ciptain, di hadapan Tuhan kita semua sama. Percayalah jika jodoh akan dimudahkan. Kembalikan sama yang ngasi jodoh yaitu Allah SWT. Minta semua dimudahkan jalannya, minta orangtua anda diyakinkan.. Baca jawaban saya pada kasus-kasus yang kurang lebih sama dengan anda di atas..
      Jodoh itu pilihan tapi tetap Allah yang ngasi. Kalo jodoh pasti gak akan kemana. Tapi kalo bukan, mungkin ada yang lain yang jauh lbh baik disiapkan allah di luar sana?
      Walllahu alam..

      Delete
  22. Bagaimana kalau pihak laki laki tidak merestui karena calon suami saya msih umur 20 thun dn saya sndiri juga brumur 20 thun..kita ingin segera menikah karena menghindari zina pcran kita sudah 2 thun..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dika, menikah itu tujuannya bukan hanya untuk menghindari zina (seksual) tapi lebih dari itu, yaitu membentuk rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah, bisa mendidik anak-anak yang saleh/salehah, bisa jadi teladan/role model untuk mereka, bisa bertanggung jawab, dsb. Untuk membentuk ini dibutuhkan usaha kedua belah pihak. Yakinkah anda di umur 20 tahun sudah siap untuk itu? Apakah calon anda juga siap? Jika sudah, yakinkan orang tua anda bahwa anda sudah siap memikul tanggung jawab berumah tangga. Orang tua tidak merestui pasti ada alasannya. Mungkin anda belum cukup dewasa, belum bisa bertanggung jawab, masih tergantung pada orang tua secara finansial atau masih sekolah. Tanyakan apa penyebabnya dan selesaikan secara dewasa. Lakukan pendekatan dari seorang anak kepada orang tua dan bukan pemaksaan. Semua masalah ada jalan keluarnya.. Insya Allah.
      Wallahu alam..

      Delete
  23. slmt sore : aq ingin meminta pndapat...aq ingin mnikahi seorang janda 2 anak tanpa restu ortu usianya jg 2 taon d atasq, krn alsan mreka yg krg logis dengan segala pndekatan jenis apapun sdh q jalani lagi² hasilnya nol. sikap yg dberikan ortu jg susah d pahami.aq bertanya alsanya knp beliau suka dgn niatq,beliau hnya mnjawab "aq takut pokoknya jgn " sdangkan beliau dl jg seorg janda bhkan smpai 4x menikah,pihak lain pun ikut campur mengatakan aq d pelet ..apa yg harus aq lakukan saat ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Janda bagi sebagian masyarakat kita adalah status yang tak menyenangkan. Wajar jika anda mendapat tentangan dari keluarga untuk menikahinya. Karena orang tua ataupun keluarga ingin yang terbaik untuk anda tentu dari sudut pandang mereka. Menjadi janda adalah takdir dan bukan sesuatu aib, sepanjang dia bisa menjaga diri dan kehormatannya. Jika anda sudah yakin bahwa janda ini adalah wanita yang tepat untuk mendampingi anda dan sdh melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan restu, tentunya kembali pada diri anda. Jika anda muslim lakukan shalat istikharah, mohon petunjuk agar dimudahkan memilih. Bersihkan hati anda dan pasrah atas apa yang dikehendakiNya. Jika sungguh-sungguh, anda akan diyakinkan dan urusan anda bakal dimudahkan termasuk dengan orang tua.
      Wallahu alam..

      Delete
  24. Saya mau bercerita, saya sdh menjalin hubungan selama 2 tahun dengan calon saya. Lalu awal bulan april ini dia memutuskan semua rencana kita dengan alasan dia ingin berbakti kepada kedua orang tuanya dan ingin kembali ke pelukan keluarganya. Saya berfikir apakah selama ini kedua orang tuanya tidak merestui saya? Kenapa baru sekarang ketika perasaan saya sedang sangat bahagia. Saya hanya berharap karma pasti berlaku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Annisa, wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik. Calon anda mungkin bukan lelaki yang pantas/baik untuk anda. Mungkin jodoh yang baik itu menunggu di luar sana. Yakinlah bahwa rencana Allah pastilah yang terbaik.. Doakan yang terbaik untuk calon anda dan anda sendiri.
      Wallahu alam..

      Delete
  25. Klo ortu sdh tdk ada, hnya ada kakak lki-laki, kakek, om, tante. Si kakak sdh setuju, tp lainnya tdk setuju hny karena status sosial calon pria. Klo dlihat dr agama sdh baguss, hanya karena status sosial saja mreka tdk terima. Mohon solusinya menurut Anda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di hadapan Allah status sosial itu tdk ada. Kitalah manusia yang membuat-buat itu. Jika sudah yakin sebenarnya cukup dikomunikasikan saja. Dekatin mereka yang gak setuju. Kalopun komunikasi terus buntu, diskusikan dengan kakak laki-laki yang menjadi wali anda. Anda bisa maju terus toh atau memilih menyerah. Kalo jodoh nda akan kemana mbak...Insya Allah.
      Wallahu alam..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rezeki Gampang Terbuka dan Lancar Dengan Zikir Ini !

Inilah Amalan 40 Hari Menuju Kaya dan Rezeki Melimpah

Kumpulan Doa Mudah, Murah dan Lancar Rezeki