14 Ciri-Ciri Orang Tua Yang Rezekinya Susah

Beberapa hari ini saya membaca berita mengenai penelantaran 5 orang anak oleh orang tua kandungnya di Cibubur. Anak-anak yang berumur 4, 5, 8, dan kembar 10 tahun ditelantarkan dalam artian tidak diperdulikan oleh orang tuanya, Utomo Permono dan Nurindria Sari. 4 orang anak ini tidak disekolahkan, hanya dikurung dalam rumah sementara seorang anaknya yang berumur 8 tahun tidak diperbolehkan masuk rumah selama sebulan dan hanya naik sepeda keliling kompleks dan tidur di pos satpam pada malam hari, Anak ini diberi makan, pakaian dan kadang tempat tidur dari tetangga yang kasihan padanya. Polisi mengetahui masalah ini melalui laporan masyarakat dan kontrol masyarakat yang membicarakan masalah ini di media sosial. Sang ayah adalah seorang dosen yang mengajar di salah satu universitas mengatakan kalau dia tidak menelantarkan anak tetapi mendidiknya dengan cara tersebut. Cara yang sangat tidak manusiawi, belum lagi diketahui dari hasil tes urine bahwa kedua orangtua tersebut positif mengkonsumsi narkoba. Polisi juga menemukan sabu-sabu di rumah korban saat melakukan penggeledahan dan mengevakuasi anak-anak mereka. Sekarang kelima anak tersebut berada dalam perlindungan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sementara orang tuanya terus diperiksa polisi.

ortu susah rezeki

Apa orang tua bisa berdosa pada anak?

Tentu saja, jika orangtua menelantarkan anak yang menjadi tanggung jawabnya artinya dia telah berdosa kepada anak-anaknya tersebut. Simak hadits Rasululllah SAW berikut ini : dari Abdullah bin Amr ra, katanya , Rasulullah SAW bersabda seseorang dikatakan telah cukup berbuat dosa bilamana menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya. (H.R. Abu Daud dan Nasa'i). Jangan beranggapan bahwa mentang-mentang kita ini orang tua bisa memperlakukan anaknya seenak perutnya. Menjadi orang tua itu punya tanggung jawab, bukan hanya melahirkan dan menjadi penyebab lahirnya anak di dunia ini. Tetapi juga harus memenuhi kebutuhannya, makanan, pakaian, rumah tempat bernaung, mainan, kasih sayang, pendidikan. Banyak orang dewasa seolah terpaksa dan tidak siap menjadi orang tua sehingga kebingungan harus memperlakukan anaknya seperti apa?

Ciri-Ciri orang tua yang rezekinya susah

Sebelumnya kita pernah membahas ciri-ciri orang yang susah rezekinya secara umum. Kali ini kita akan membahas khusus mengenai orangtua yang karena perilakunya pada anak-anaknya yang tidak sepatutnya menyebabkan rezekinya susah, hidupnya menderita, kalaupun mendapatkan rezeki, kelakuannya membuat rezeki itu tidak berkah (baca : 30 kebiasaan yang dapat mengurangi keberkahan rezeki).

Inilah ciri-ciri orangtua yang rezekinya susah,yaitu orang tua yang melakukan tindakan sebagai berikut :
  1. Memberi makan anak dari sumber yang haram. Orang tua diperintahkan untuk memberi makan keluarganya dari sumber yang halal dan baik. (Baca : konsekuensi rezeki haram).
  2. Menelantarkan anak dengan sengaja. Seperti halnya kasus orangtua di atas yang dengan sengaja menelantarkan anaknya. Tidak memberi makan, pakaian, pendidikan dan kehidupan yang layak bagi anak-anaknya padahal ia mampu.
  3. Mengajak anak pada kesesatan. Mendidik anak sesuka hati, tanpa memperhatikan yang baik dan benar. Sengaja menjauhkan anak dari agama dan mengikutsertakan anak dalam kegiatan yang bertentangan dengan agama, seperti mengajak serta anak mencuri, merampok, berbohong, begal bahkan mengemis dengan memperalat rasa kasihan orang pada anak-anak. 
  4. Menghalangi anak belajar agama. Ada orangtua yang pemahaman agamanya sangat kurang dan menganggap anaknya tidak penting untuk belajar agama. Dia sengaja melarang anaknya untuk ikut pengajian, berbusana yang patut dan pantas, melarang datang ke masjid mendengar ceramah dan melarang anaknya bergaul dengan orang-orang saleh.
  5. Membeda-bedakan anak. Orang tua yang sengaja tidak berlaku adil kepada anak-anaknya, mencintai anak yang satu dibanding anak yang lain termasuk kategori ini. Orangtua dituntut adil pada semua anak-anaknya. Bahkan terhadap anak tiri ataupun anak angkat orangtua tetap harus memperlakukan sama dengan anak kandung.
  6. Membunuh anak . Allah melarang kita membunuh anak dengan alasan miskin karena Allah lah yang akan memberi rezeki mereka lewat orangtuanya. Banyak kasus orangtua yang sengaja membunuh anaknya karena tekanan ekonomi yang semakin berat, sehingga menganggap membunuh anak adalah solusi mengurangi beban ekonominya. Ada orang tua yang sengaja membunuh bayi yang masih dikandungnya (aborsi) atau yang telah dilahirkannya, ataupun membuangnya ke selokan / tempat sampah karena malu. (baca : mengapa kamu membuang bayimu, dia lahir membawa rezekinya sendiri)
  7. Menyesali telah melahirkan anak. Anak dilahirkan untuk dikasihi dan dicintai, dia adalah amanat Allah yang diberikan pada kita. Harusnya kita bersyukur diberi kepercayaan memiliki dan mendidik seorang anak manusia yang nantinya kelak bisa bermanfaat bagi orang lain, negara dan agama. Banyak orang yang tidak beruntung menerima rezeki anak dari Allah meski telah berupaya sedemikian rupa (baca : mengapa rezeki anak tak kunjung diberi)
  8. Melakukan kekerasan pada anak. Orang tua yang suka melakukan kekerasan baik kekerasan verbal maupun kekerasan fisik masuk dalam kategori ini. Kekerasan verbal maksudnya suka memaki, mengata-ngatai anak, mengomeli yang membuat anak sakit hatinya, sementara kekerasan fisik yaitu dengan sengaja memukul, menyakiti badan anak sehingga menimbulkan bekas atau luka di badannya. Satu lagi yang perlu dimasukkan di sini adalah kekerasan seksual termasuk pelecehan maupun perkosaan yang dilakukan orangtua terhadap anaknya, baik anak kandung, anak tiri maupun anak angkat.
  9. Mencoret anak dari daftar ahli waris dengan sengaja. Dalam agama setiap anak memperoleh bagian yang ditetapkan dari harta orangtua yang ditinggalkannya. Tidak boleh orangtua dengan semena-mena menghilangkan hak waris anak, ini juga salah satu tindakan yang tidak adil dari orangtua terhadap anak.
  10. Membiarkan anak melakukan keburukan. Tugas orang tua adalah mendidik anak-anaknya agar mereka bisa berjalan lurus dan tetap dalam koridor. Jika anak ternyata melakukan keburukan adalah tugas orangtua untuk meluruskannya kembali. Jika anak kecanduan narkotika orangtua bisa mengikutkannya rehabilitasi / terapi. Begitupun jika terlibat kejahatan seperti begal motor, perampokan, perkosaan, orang tua tidak boleh membiarkan anak terus berada di jalan yang salah.
  11. Memberikan beban di luar kemampuannya. Orangtua tidak boleh memberikan tugas dan tanggung jawab yang berat di luar kemampuan anak. Menyuruh anak mencari nafkah di jalanan sementara orantua enak-enakan tidur di rumah adalah tindakan tercela.
  12. Memberikan nama yang buruk pada anak. Adalah kewajiban orangtua untuk memberi nama yang baik pada anak. Nama adalah doa. Memberi nama anak yang buruk berarti mendoakan keburukannya, sebagus apapun nama itu kedengarannya. (Baca : Adakah kaitan nama dan rezeki ?)
  13. Membiarkan anak diasuh orang non muslim. Hal ini bahaya karena bisa menjadi murtad dan belajar agama yang lain di luar islam.
  14. Melahirkan anak di luar nikah. Pernikahan adalah salah satu pintu halal untuk melakukan hubungan seksual. Jika hubungan dilakukan di luar pernikahan dan menghasilkan anak, anak itu tetap suci dan bukan anak haram. Yang haram adalah perilaku orang tuanya yang berzina. Zina itu penjauh rezeki. (baca : rezeki terputus, nyawa melayang karena zina)
Itulah 14 ciri-ciri orang tua yang rezekinya susah. Terkait dengan jerat hukum yang bisa dikenakan pada pasangan orang tua yang menelantarkan 5 anaknya di atas adalah sesuai dengan pasal 49 huruf a UU KDRT adalah pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak 15 juta rupiah, ini diluar dakwaan lain sebagai pengguna narkoba. Semoga kita tidak termasuk orang tua yang susah rezekinya karena mengasuh, mendidik dan memperlakukan anak kita dengan salah. Anak adalah rezeki, titipan, amanat Allah yang harus kita perlakukan sebaik-baiknya, karena kelak di akhirat kita akan ditanya tentang hal itu. Wallahu alam

Comments

  1. artikel baik, sbg pengingat, ijin share

    ReplyDelete
  2. ayah saya seperti no 5 & 7 ;-*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan suka berprasangka buruk Mbak..

      Delete
  3. menurut saya itu hanya pendapat saja, rezeki banyak atau tidak sudah ditentukan Tuhan, harusnya tuh Judulnya "Beberapa Perilaku yang dimintai pertanggung jawaban di akherat kelak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih masukannya Mas.. Saya hanya ingin orang tua lebih peka dan berhati-hati dalam hubungannya dengan anak. Rezeki ada kaitannya dengan perilaku kita, karena dosa adalah penghalang utama rezeki, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya manusia kerap terhalang rezekinya disebabkan dosa yang dilakukannya (H.R.Ahmad). Silakan baca artikel ini Dosa penghalang rezeki nomor satu. Wallahu alam..

      Delete
  4. Bagaimana jika anaknya terlahir dalam hubungan orang tuanya yang nikah sirih, dan sama sekali tidak dianggap oleh ayahnya? Tidak dinafkahi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak lahir dalam keadaan suci, dia terlepas dari perilaku orang tuanya. Anak yang dilahirkan dari sebuah perkawinan adalah tanggung jawab orang tuanya, terutama ayahnya. Sebuah ayat Al Quran berbunyi seperti ini "Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma'ruf " (Q.S. Al Baqarah : 233) dan di ayat yang lain " Tempatkanlah mereka (para istri) dimana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (istri-istri yang ditalak ) itu sedang hamil maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka melahirkan". (Q.S. At Thalaq : 6). Suami berkewajiban memberi nafkah kepada istrinya seperti ayat di atas. Kewajiban memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya ini tidak gugur meskipun suaminya miskin dan istrinya kaya / berkecukupan. Dia tetap berkewajiban memberikan nafkah sesuai dengan kemampuannya. Dosa bagi orangtua menelantarkan anak.
      Wallahu alam..

      Delete
  5. Ibu saya termasuk ysng d Nmr 8 ttpi tdk mlAkukan kkerasan hanya #memaki_maki saja dan mnyesali mmiliki anak sperti Saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apapun yang dikatakan ibu anda gak harus mengurangi rasa hormat anda padanya. Bahkan orang tua yang kafir pun harus diperlakukan dengan baik. Ibu pun juga manusia biasa, bisa khilaf dan mungkin belum datang cahaya di hatinya. Wallahu alam..

      Delete
  6. Ibu saya no 8 suka memfitnah saya suka berbohong dan besar kepala

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apapun yang dikatakan ibu anda, dia tetaplah ibu yang melahirkan dan membesarkan anda. Perkataannya tak boleh mengurangi rasa hormat dan bakti anda kepadanya. Ibu adalah manusia biasa dan tugas anda bukan untuk menghukumnya tapi mendoakannya agar mendapat petunjuk dan bisa lebih menghargai apa yang dimilikinya (termasuk anda).
      Wallahu alam..

      Delete
  7. Ada seorang ibu berkata buruk kepada anak laki laki nya "semoga hidupmu gagal", lalu ketika ayah anak laki2 itu meninggal, sang ibu tersebut menikah kembali tanpa sepengetahuan anak laki2nya lalu ketika anak laki2 tersebut beranjak usia 35 tahun dia belum menikah karena merasa tak ada lagi manusia yg bisa dipercaya karena bagi dia manusia hanya membawa kerusakan dan kehancuran seperti yang tertulis dalam surah al baqarah dan hanya Allah swt yg dia percayai

    Bagaimana menurut mbak mengenai kisah nyata tersebut

    ReplyDelete
    Replies
    1. “Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,” mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar” (QS al-Baqarah:11-12). Orang yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang munafik.Allah menamakan orang-orang munafik sebagai “orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi”, karena buruknya perbuatan maksiat yang mereka lakukan dalam menentang Allah Ta’ala dan rasul-Nya.
      Hidup ini adalah habluminallah dan habluminannas. Bukan hanya memperbaiki hubungan dengan Allah juga dengan sesama manusia. Mengapa harus fokus pada manusia yang bejat, bukankah banyak manusia yang baik? Yang membuat bejat bukan manusianya tapi perbuatannya yang masih bisa diperbaiki dan masih bisa taubat? Allah memrintahkan kita untuk bertakwa dan berbuat baik pada sesama manusia. "Sesungguhnya Allah swt. beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan". (Q.S. 16:129)
      Allah berfirman bahwa syarat kesalehan adalah dengan berbuat kebaikan. Allah menekankan bahwa untuk mendapatkan kedekatan dan Rahmat Allah taala syaratnya adalah dengan berbuat kebaikan kepada sesama, yaitu mereka yang ingin berhasil menemukan Allah, harus berbuat kebaikan dan penuh kasih sayang kepada manusia. Bagaimana bisa berbuat baik jika kita tidak percaya?
      Wallahu alam...



      Delete
  8. Ingin bertanya jika suami istri sedang bertengkar kemudian istri mengalah demi kebaikan tp sang suami tidak perduli, apakah doa istri untuk kebaikan suaminya ttp akan didengar?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak.. doa serang hamba PASTI didengar Allah, baca Jangan pernah meremehkan doa. Apalagi doa seorang isteri untuk kebaikan suaminya, insya Allah didengarkan mbak. Doa seorang isteri agar rezeki suaminya lancar. Wallahu alam..

      Delete
  9. Bgaimana pula dengan ibu yang tidak mengaku anak kandungnya ialah bukan anak yang dia yang melahirkan anaknya itu??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibu pun manusia biasa yang punya khilaf dan salah...yang penting itu bukan sikap ibu pada kita tapi bagaimana sikap kita terhadap ibu. Jika kita memaafkan bukankah itu sesuatu yang lebih baik daripada menyimpan dendam? Sikap ibu pada kita tak boleh membuat kita tak berbakti. Allah Maha Tahu dan Maha Membalas Kebaikan..
      Wallahu alam..

      Delete
  10. Bgmn menyikapi ibu yg serakah dan otoriter. Sy adlh anak laki2 di antara 3 anaknya yg perempuan. Sejak alm pp meninggal semua harta peninggalan yg kuasai mm..tp sy merasa byk ketidakadilan..mm lbh memanjakan anak2nya yg perempuan..sdg setau sy di islam..perempuan itu kl sdh menikah mnjd tnggungjwb suami nya..bkn ortu nya lg, tp mengapa anak2 perempuan nya msh sj bergantung ke mm..sdgkan sy sbg anak laki2 satu2nya malah dibiarkan bekerjakeras bantingtulang cr nafkah..pdhl mm harta nya berlimpah..bs sj dia modalin sy utk usaha tp tdk..dia malah sibuk urus anak2nya yg perempuan yg sdh py suami. Ini bgmn menyikapi nya ya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan perhatikan firman Allah ini Mas Eric, Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa……” (QS. Al Hujurat: 12). Jangan berprasangka apalagi kepada ibu yang melahirkan kita, karena apa yang kita persangkakan belum tentu benar adanya. Yang paling penting bukan bagaimana sikap ibu pada kita, tapi bagaimana sikap kita padanya. Mas Eric takkan pernah bisa berbakti dan berbuat baik pada ibu jika masih memiliki prasangka buruk pada beliau. Sementara berbuat baik pada orangtua adalah perintah Allah. Bukankah mulia jika Mas Eric memikul tanggung jawab menafkahi orangtua? Bukankah itu latihan untuk menjadi lelaki mandiri yang sukses. Berpikir positiflah !
      Wallahu alam..

      Delete
    2. Lalu bgmn dgn ipar2 sy yg sbg laki2 tetapi tdk menafkahi istri2nya..malah bergantung kpd mertua nya.. ini bukan nya sebuah kekeliruan.. lalu mngapa mm berbuat tdk adil kpd sy.. sy dibiarkan banting tulang smntra mantu2 nya yg laki2 itu tidak??

      Delete
    3. Di antara hak terbesar wanita yang menjadi kewajiban suaminya adalah nafkah. Nafkah bagi isteri ini hukumnya wajib. “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf” [al Baqarah / 2:233]. Dalam masalah pemberian nafkah kepada isteri, maka agama tidak menetapkan dengan ukuran tertentu. Akan tetapi Allah memerintahkan suami agar bersikap kepada isterinya dengan ma’ruf (baik, patut, umum) tentu sesuai dengan kemampuannya. Jika suami tidak menafkahi isterinya dan malah bergantung pada mertua atau anda sebagai ipar tentu saja itu kekeliruan, apalagi jika dia sebenarnya mampu. Bukan tanggung jawab anda atas apa yang orang lain lakukan terhadap keluarganya, itu tanggung jawab dirinya sebagai kepala keluarga di hadapan Allah. Anda boleh marah dan memaki karena merasa diperlakukan tidak adil. Tapi jika anda mau mengikhlaskannya bukankah itu bernilai sedekah? Bukankah yang anda nafkahi adalah ibu dan saudara anda sendiri? Saya tahu anda orang baik Mas Eric. Jika anda tidak bisa menerimanya, itu hak anda. Silakan bicara dan ambil sikap, tentu dengan baik-baik. Katakan apa yang menjadi keberatan anda dan bagaimana mencari solusinya. Mengeluh dan memaki gak akan menyelesaikan masalah. Wallahu alam..







      Delete
  11. Anak yg durhaka itu seperti apa sih? Apakah yg ingin pergi ke pengajian lalu dilarang orang tua karena mereka takut anaknya kena aliran sesat? Saya sakit orang tua saya apalagi papa saya mencaci maki saya habis habisan, sampai sama mau diusir garagara saya ikut pengajian, dan mereka mengira saya ikut aliran ga bener tanpa mereka tanya. Harusnya mereka bijaksana dengan menanyakan dulu sebelum marah marah, sampai mengatakan hal kotor kepada saya. Dan dia bilang menyesal sudah punya anak saya "kenapa dulu ga digugurkan saja kandungannya". Dia sering banget ngomong gtu, setiap saya salah. Padahal cukup dengan menasehati saya pun akan mengerti. Karena saya bukan anak iblis yg tidak tau agama. Anak durhaka itu seperti apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak durhaka menurut Islam adalah yang suka berkata "ah" (bertindak/berkata yang menyakitkan ortunya seperti yang dikemukakan pada ayat berikut ini, "Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (Al Isra : 23). Kemudian anak durhaka itu yang membuat orang tuanya sakit hati sampai menangis, "Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan yang besar.” (HR. Bukhari), menelantarkan dan tidak melayaninya dengan baik.
      Persoalan yang Mbak Ajeng hadapi saya pikir karena miskomunikasi saja. Gak ada orang tua yang marah tanpa alasan, kalo pun kita sebagai anak dimarahi kita punya hak untuk membela diri dengan bahasa yang baik dan sopan.. Perbaiki komunikasi dg ortu Mbak Ajeng..
      Wallahu alam...

      Delete
    2. Ibu saya suka membenci orang. Terus saya dharuskn membenci org yg di benci ibu. Padahal itu mbah saya sendiri. Sampai ketika meninggal..takjiyahpun dilarang. Tp aku tetap memaksa. Akhrnya ibu saya marah dan berkata ga baik. Durhaka dll. Apa saya durhaka gara2 takjiyah. Bukankah takjiyah itu baik

      Delete
    3. Anda boleh taat sama ibu sepanjang itu bukan maksiat dan berupa kedurhakaan pada Allah. Meskipun anda gak setuju dengan ibu tetaplah perlakukan beliau dengan hormat. Mungkin ibu punya masalah dengan Mbah dan itu gak terkait dengan kita. Mbah adalah orang tua kita juga, penghormatan bisa dilakukan dengan banyak cara mbak, bisa dengan doa, kiriman al fatihah dan sebagainya..
      Jika ibu akhlaknya gak bagus (menurut kita) gak boleh mengurangi rasa hormat pada beliau. Tetaplah berakhlak mulia, mudah-mudahan ibu tergerak hatinya mencontoh mbak yang solehah..
      Wallahu alam

      Delete
  12. Mba... Kalau saya telah bercerai.. Saya di ceraikan sejak saya mengandung .. Nah.. Bpaknya anak sya tdk pernah memberikan nafkah cukup.. Dan itupun harus sllu di pintai , padahal dia org mampu.. Dia jga tdak pduli dgan keadaan anak, atau kabar anak... Bagaimana mnurut mba??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kewajiban bapak adalah memberi nafkah pada keluarganya (termasuk anak-anak yang diasuh mantan isterinya) sesuai dengan kemampuannya. Seharusnya bapak memberi dengan sukarela tanpa harus diminta-minta apalagi dipaksa. Cobalah komunikasikan dengan baik, mungkin saja si bapak sedang dalam kesulitan keuangan, mungkin ada masalah yang hanya kita bisa tahu setelah dikomunikasikan.
      Menurut saya gak ada orangtua yang pelit, cuma ada beberapa yang punya banyak pertimbangan.. Komunikasikan dengan kepala dingin karena anak-anak yang anda asuh adalah tanggung jawabnya juga dan bapak yang bertanggung jawab tahu hal itu..
      Wallahu alam..

      Delete
  13. Assalamualaikum,,
    Saya seorang laki2,
    Q dah kluarga ,,,
    Q menyadari telah berdosa besar,, kmren tnp sengaja ngomong dgn nada keras kpd ibu saya,,,
    Panjang cerita nya,, knpa dan apa yg membuat saya bisa berbuat dosa besar sperti,,
    Q merasa berdosa besar,, tapi pa yg di lakukan wahai sang ibu q tercinta sangat keterlaluan,,,
    Mohon bimbingan nya,,,
    Kategori pa yg membuat saya berdosa besar,,,
    WA :, 081333681808

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dosa kepada ibu hanya bisa ditebus dengan maafnya beliau, kemudian baru mohon ampun pada Allah dan memperbaiki hubungan baik dengan ibu.
      Seburuk apapun akhlaknya beliau adalah orang yang melahirkan anda.
      Hormati dan tetaplah berbakti sesuai kemampuan anda..
      Wallahu alam....

      Delete
  14. Durhakakah seorang ibu atau ayah yang menelantarkan anaknya yang sedang hamil tua ,dengan di bebani ,tugas rumah yang seharusnya mreka bisa membantunya dan memanjakannya di hamil pertamanya dan usia kehamilanya ...dan dalilnya apa yaa..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Putri yang sudah menikah bukan lagi menjadi tanggung jawab orang tua tapi menjadi tanggung jawab suaminya, kecuali jika sang suami sudah meninggal dan tak mampu melakukan kewajibannya orang tua BISA membantu anaknya. Batas tanggung jawab nafkah ortu pada anak adalah sampai anaknya dewasa, bisa mandiri atau menikah. Apa saja hak anak terhadap orang tuanya ?
      1. Abi Rafi’ meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Hak anak yang wajib dipenuhi orangtuanya adalah mengajarinya menulis, berenang, memanah dan tidak memberinya rizqi (makan) kecuali dari yang halal."
      2. Ibnu ‘Abbas meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Hak anak yang wajib dipenuhi orangtuanya adalah memberinya nama yang baik, dan memperbaiki adabnya.”
      3.Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Hak anak yang wajib dipenuhi orangtuanya adalah memberinya nama yang baik, menikahkan dirinya ketika telah dewasa dan mengajarinya menulis.”
      4. ‘Aisyah meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam pernah bersabda, “Hak anak yang harus dipenuhi orangtuanya adalah memberinya nama yang baik, memperbaiki tenpat (tinggal)nya dan memperbaiki adabnya.”
      Nanti orang tua dikatakan DURHAKA pada anak jika orang tua tidak memenuhi hak anak seperti di atas.
      Akan halnya anda, jika belum punya rumah sendiri dan menumpang di rumah orang tua harusnya cukup tahu diri untuk meringankan beban kerja pekerjaan rumah tangga, toh anda juga yang akan makan. Jangan bersifat manja, karena anda toh sudah dewasa dan sudah menikah. Jika tidak sanggup minta bantuanlah dengan sopan.
      Wallahu alam...

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rezeki Gampang Terbuka dan Lancar Dengan Zikir Ini !

Inilah Amalan 40 Hari Menuju Kaya dan Rezeki Melimpah

Kumpulan Doa Mudah, Murah dan Lancar Rezeki